Dampak Karakter Lego Berwajah Marah Pada Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak antusias memerhatikan miniatur kota yang terbuat dari balok plastik Lego pada area pameran

    Anak-anak antusias memerhatikan miniatur kota yang terbuat dari balok plastik Lego pada area pameran "The Jakarta 9th Toys & Comics Fair 2013" di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Minggu (10/3). TEMPO/Tony Hartwan

    TEMPO.CONew Zealand- Para ilmuwan mengatakan, wajah tersenyum tokoh Lego semakin tergantikan dengan tema lainnya yang berhubungan dengan konflik dunia. Kehidupan di Legoland yang dulu begitu sederhana, yang menggambarkan karakter wajah tersenyum dan berseri-seri kini menjadi lebih rumit.

    Jumlah wajah bahagia pada mainan Lego mini telah menurun sejak tahun 1990, dan jumlah wajah marah telah meningkat setelahnya. Hal ini tentu saja sangat menimbulkan kekhawatiran pada orang tua yang takut anaknya akan terkena dampak psikis  dari karakter-karakter lego yang menampilkan karakter negatif.

    Lego pertama kali  dikembangkan pada 1978, dengan memiliki wajah kuning klasik dan senyum sederhana. Namun dari tahun 1989 dan seterusnya ekspresi wajah menjadi lebih kompleks dengan menghadirkan karakter-karakter baru seperti bajak laut dan lainnya. Sekarang berbagai ekspresi termasuk senang, marah, terkejut, takut dan misterius masuk dalam karakter Lego.

    Dalam sebuah studi dari 3.655 tokoh yang diproduksi Lego antara tahun 1975 dan 2010, Dr Christoph Bartneck, seorang ahli robot di University of Canterbury di Selandia Baru, mengatakan produsen Lego tampaknya bergerak ke arah yang  bertema konflik di mainannya. "Hal ini penting untuk mempelajari bagaimana membuat ekspresi yang tepat dan bagaimana ekspresi ini dirasakan oleh pengguna, dan apakah memiliki dampak yang signifikan pada anak-anak," kata Bartneck. Seperti dilansir di situs Guadian.co.uk.

    “Desainer wajah mainan harus berhati-hati untuk merancang ekspresi dan menguji efeknya pada perkembangan anak sejak mainan tersebut  dimainkan,” kata Bartneck, yang akan menyajikan makalah mengenai karakter Lego pada konferensi internasional pertama di Sapporo, Jepang.

    Namun Roar Rude Trangbaek, manajer komunikasi Lego mengatakan, semua mainan yang dikembangkan oleh produsen diuji dengan berbagai ahli anak, serta berkonsultasi dengan psikiater anak, orang tua dan juga guru. Penelitian yang dilakukan untuk perusahaan menemukan bahwa anak-anak, terutama anak laki-laki, sangat menikmati permainan yang dihadirkan oleh karakter Lego yang bertema konflik. "Konflik antara baik dan jahat bukan hal yang baru," kata Trangbaek. "Tapi karakter Lego selalu memiliki humor  dimana orang baik selalu menang pada akhirnya."

    GUARDIAN.CO.UK | ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Lainnya:
    Kata Fahri, Istana 'Tendang' PKS dari Koalisi  

    Tensi Darah Dicek, Kening Jokowi Berkerut  

    Polisi Ambil Visum Mucikari SMP  

    Skandal Seks Guncang Kemlu AS  

    5 Pujian untuk "Man of Steel"

    Suswono Tak Pusing PKS Dikeluarkan dari Koalisi  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.