Irfan Hakim Jadi Ayah yang Disegani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Hakim. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Irfan Hakim. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah kesibukannya sebagai presenter dan komedian, Irfan Hakim tetap menyempatkan waktu untuk putri-putri kecilnya. “Deket dengan anak nggak cuma nunggu libur,” katanya saat ditemui di kawasan Kemang pada Selasa, 11 Juni 2013.

    Irfan bersama istrinya Della Sabrina tengah menikmati peran sebagai orang tua dari tiga orang putri, yakni Aisha Maydina Hakim serta si kembar Rakana Hakim dan Raina Hakim. Kerepotan mengasuh anak-anaknya diakui Irfan memberi tantangan tersendiri. Untuk itu, Irfan menempatkan diri sebagai seorang ayah yang akrab dengan ketiga putrinya.

    “Jadi kalau ngeliat sosok bundanya kan peraturannya banyak, kalau ngeliat sosok gue permainanannya yang banyak” katanya. Dengan sikapnya yang demikian, anak-anaknya lebih manja kepada Irfan ketimbang pada sang bunda. Namun, ketika sekali Irfan menegur putri-purtinya, mereka langsung menurut karena segan.

    “Tapi emang sosok bapak harus dekat dan harus disegani” katanya menambahkan.

    Untuk mengisi waktu luang dengan anak-anaknya, Irfan memilih cara dengan bercerita. Ia seringkali membacakan cerita kepada putra-putrinya sebelum tidur. Bahkan, kegiatan di keluarga kecilnya yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir itu membuat putri-putri Irfan ketagihan. Mereka tiap hari minta diceritakan sesuatu oleh Irfan. Dengan kebiasaan itu, Irfan bersiasat dengan menyelipkan pesan moral. “Itu penting banget. Bikin lebih dekat bisa disisipin pesan” imbuh presenter berusia 37 tahun ini.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Terkait
    Film Fast and Furious 6 di Puncak Box Office  
    Iron Man 3 Raup Rp 6,6 Triliun dalam Debutnya
    Wolverine Berhadapan dengan Kematian  
    Transformers 4 Bakal Syuting di Cina  
    Ini, Lima Raja Box Office Kuartal I 2013 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.