Aksi Alay, KPI Menegur Penonton Anak Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak alay dengan pakaian berwarna mencolok ketika menunggu syuting acara musik di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta (30/05). TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    Sejumlah anak alay dengan pakaian berwarna mencolok ketika menunggu syuting acara musik di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta (30/05). TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap pagi masyarakat disuguhkan tontonan acara musik yang penontonnya kebanyakan anak remaja yang berteriak kesenangan, loncat-loncat, atau ikutan bernyanyi dengan semangat. Pengamat media, Nina Mutmainah Armando mempertanyakan apakah anak-anak tersebut tidak sekolah?

    "Saya enggak tahu, apa itu remaja yang muncul di TV pagi hari untuk sekolahnya sore. Atau remaja yang di siang hari untuk sekolah yang pagi. Yang jelas mereka itu semua remaja,” Nina menegaskan.

    Sebagai anggota KPI, Nina mengaku pernah menegur stasiun televisi yang menampilkan sekelompok remaja yang mengenakan seragam sekolah. "Itu merupakan imej buruk bagi pengelola televisi yang menerima borongan pelajar datang untuk menonton," katanya.

    Pada 2012, KPI pernah menegur acara Pesbukers yang tayang di ANTV. "Awal-awal penayangan mereka memakai penonton anak berseragam sekolah bercelana pendek, itu anak SMP yang usianya sekitar 15 tahun," Nina bercerita.

    KPI meminta Pesbukers untuk tidak menampilkan anak SMP karena belum berumur. Apalagi candaan yang ditampilkan juga tidak sehat. Yang membuat Nina semakin miris, ketika mendapatkan jawaban dari pihak Pesbukers. "Yang pengen tampil itu gurunya, mereka bawa rombongan siswa ke studio dan minta disebut nama sekolahya," kata Nina menceritakan kejadian saat itu.

    Bukan saja dilibatkan anak SMP, Nina juga bercerita ketika anak sekolah dasar 'terperangkap' disebuah acara yang sebenarnya khusus untuk orang dewasa. Nama acaranya Eat Bulaga yang tayang di SCTV.

    Dalam salah satu segmen yang bertajuk "Indonesia Pintar' muncul sekolompok anak-anak sekolah dasar yang berbaris ditemani guru-gurunya. Tiba-tiba muncul empat gadis muda yang mengenakan baju seksi lalu bernyanyi dan berjoget. Kelompok vokal tersebut bernama Foxy Girls. Mereka menyanyi dengan gaya sensual serta lagu bertema orang dewasa.

    "Yang menyedihkan, guru-gurunya ikut bergoyang dan bersorak," kata Nina.

    Nina menghimbau pihak sekolah untuk membawa muridnya ke acara yang sesuai dengan usia dan tentunya di acara yang mendidik. "Kebanyakan yang ditampilkan materi dewasa yang direspon dengan tawa," ujar Nina. Nina meminta para guru untuk lebih mengasah wawasannya dengan banyak membaca dan mengarahkan muridnya dengan baik.

    ALIA FATHIYAH

    Berita Terpopuler Lain:
    Edsus Aksi Alay
    Perempuan Ini Berhenti Kerja Demi Jadi Alay

    Begini Tampang Manusia 100 Ribu Tahun Mendatang 

    PKS: Menteri Kami Tak Ada Hubungan dengan Partai

    Simon Cowell Dilempar Telur dari Atas Panggung

    Istri Delon Pernah Jadi Anak Alay

    Diledek di TV, Elly Sugigi Dibela KPI 

    Anak Alay Rela Dibayar Nasi Kotak  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.