Eyang Subur Capres,Rio Dewanto Pilih Pindah Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Dewanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Rio Dewanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -Semakin dekatnya momen pemilihan Presiden Indonesia yang akan jatuh pada tahun 2014 mendatang, semakin muncul pula nama-nama yang dikabarkan akan dicalonkan bahkan mencalonkan diri untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia.

    Menanggapi hal tersebut aktor Rio Dewanto hanya meresponnya dengan tersenyum. Namun ketika ditanya dari sekian nama yang muncul mulai dari Rhoma Irama, Farhat Abbas, bahkan Eyang Subur yang akan mencalonkan diri menjadi presiden, tanpa tedeng aling-aling pria yang lahir pada 28 Agustus 1987 ini hanya merespon pendek namun tegas, "Hah? Gue pindah negara aja," jawabnya saat ditemui di Pad 28, Jakarta Selatan Sabtu 8 Juni 2013.

    Pencalonan Farhat Abbas dan Eyang Subur untuk menjadi Presiden RI 2014-2019 saat ini memang hanya menjadi rumor karena dua nama tersebut merupakan sosok yang cukup sering muncul mewarnai media beberapa waktu terakhir karena ulahnya masing-masing.

    Rupanya isu seperti ini memang banyak ditanggapi dengan respon negatif oleh banyak kalangan. Walaupun kemunculan nama-nama tersebut dimunculkan karena mulai apatisnya masyarakat terhadap kepemimpinan dan situasi politik di negeri ini.

    AISHA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.