Anak Alay Itu Selalu Heboh di Setiap Tempat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak alay menunjukkan pose foto khas mereka ketika ditemui oleh Tempo di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta  (30/05). TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    Sejumlah anak alay menunjukkan pose foto khas mereka ketika ditemui oleh Tempo di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta (30/05). TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    TEMPO.CO, Jakarta - Eni, seorang penonton bayaran dan juga extras (pemain figuran) memiliki pandangannya sendiri mengenai arti kata alay. Meski banyak orang yang menganggap penonton bayaran adalah anak alay, nyatanya tidak semua seperti itu.

    “Alay itu yang hebring di setiap tempat. Kalo kita cuma di depan kamera, tapi kalo udah break ya biasa,” kata Eni, saat ditemui Tempo di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 6 Juni 2013.

    Menurutnya, anak alay itu tidak tahu tempat saat beraksi. “Kalo alay tu hebring nggak tahu tempat, waktunya kemana, bajunya gimana, yang penting happy,” katanya. Sedangkan dirinya dan teman-teman seprofesinya, hanya heboh dan norak di depan kamera, dan setelahnya kembali seperti biasa.

    Seringkali, kebiasaan heboh di depan kamera itu terbawa ke kehidupan sehari-hari. Padahal, menurut Eni tidak di semua stasiun televisi mengharuskan penontonnya bertingkah heboh dan norak. “Sebenarnya di tv lain nggak semuanya begitu. Karena aku dulu pernah kan, hijrah ya, habis dari Dahsyat terus di-calling ke Trans, jadi heboh sendiri padahal yang lain diem diem aja,” katanya.

    Lama-lama bisa sadar sendiri kalau kehebohan penonton itu berbeda-beda. Tapi hal itu kembali ke masing-masing orang. “Terserah orang bilang apa, nggak apa-apa orang bilang alay, tapi kita itu happy di sini. Kayaknya cintanya di sini. Apapun seni mau nyanyi atau casting aku coba,” tambahnya.

    Eni juga berpikir kalau tidak mungkin selamanya ingin menjadi penonton bayaran dan extras. Baginya yang penting memperbanyak kenalan agar bisa berkembang. “Aku tu selalu tiga bulan maunya ada perkembangan, dapet apa gitu, kalau ngga ya aku cari tempat baru. Sejauh ini sih aku nikmatin yang ada," tutupnya.

    NANDA HADIYANTI

    Topik terhangat:
    Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Membangkang | Ahmad Fathanah

    Terpopuler
    Profil Zakaria, Pemukul Pramugari Ada di Wikipedia 

    Kronologi Pemukulan Pramugari Sriwijaya Air 

    Wakil Gubernur Bujuk Damai Pramugari Sriwijaya Air 

    Pemukul Pramugari Sriwijaya Air Berusaha Lari 

    Petugas Perempuan KRL Dipukuli 5 Penumpang

    Dasar Pramugari Larang Pakai Ponsel dalam Pesawat 

    15 Makanan untuk Mengecilkan Perut dan Pinggang

    Pramugari Sriwijaya Air Sepupu Indra Bekti

    3 Efek Nyalakan Ponsel dalam Pesawat  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.