5 Tahun Menikah, Marissa Anita Tunda Punya Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marissa Anita berperan sebagai Padusi (kanan) dalam Pertunjukan

    Marissa Anita berperan sebagai Padusi (kanan) dalam Pertunjukan "Padusi" di Teater Jakarta, TIM, Jakarta (10/05). Kisah Padusi sebagai perempuan kota gelisah mencari akar budayanya sebagai keturunan orang Minang. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan pasangan yang sudah menikah ingin langsung memiliki momongan. Namun hal itu tidak berlaku bagi presenter Marissa Anita. "Aku emang belum mau punya anak dulu," kata Marissa yang sudah menikah lima tahun itu, saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta.

    Menurut wanita 30 tahun ini, kesibukannya yang padat membuatnya takut menjadi ibu yang tidak bisa melihat perkembangan anaknya. "I don't want to be a bad mother," katanya langsung.

    Istri Andrew Trigg ini mengaku cukup sedih melihat pengalaman teman-temannya yang lebih sering menitipkan si anak kepada neneknya sementara pasangan itu kerja mencari uang.

    "Anaknya bisa tanya, kenapa dulu gue dikasih ke nenek. Aku kebayang aja kalo aku digituin sama anakku, i will feel so sad, and heart broken," katanya memberikan alasan ia belum siap untuk menjadi seorang ibu.

    Walau mengaku belum siap, wanita yang ingin punya anak paling banyak dua orang ini menargetkan akan punya anak pada umur maksimal 35 tahun. "I will be ready. One day. Not now. Paling lama umur 35 tahun aku mau udah punya," kata lulusan sastra Inggris Universitas Atma Jaya ini.

    MITRA TARIGAN

    Berita Terpopuler:
    Alicia Keys Tolak Boikot Israel

    Gila Seks, Mantan Suami Katy Perry Coba Setia

    Soal Larangan Sponsor Rokok, Ini Kata Bimbim Slank 

    Kondisi Anak Michael Jackson Membaik

    Hati-hati Mengemudi Saat Minum Obat Alerg


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.