40 Hari Uje, Ada Band X River

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Jefri al Bukhori di Masjid Rest Area 57, Cikampek, Jawa Barat, Juli 2010. Uje dikenal sering mengenakan kacamata khasnya. TEMPO/ Tony Hartawan

    Ustad Jefri al Bukhori di Masjid Rest Area 57, Cikampek, Jawa Barat, Juli 2010. Uje dikenal sering mengenakan kacamata khasnya. TEMPO/ Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak banyak tahu kalau almarhum Ustad Jeffry Al Buchory dulu pernah menjadi penyanyi. Terungkap dari kehadiran grup band X River di peringatan 40 hari wafatnya Uje di kediamannya, Rempoa, Selasa 4 Juni 2013.

    Band yang mengusung musik beraliran rock, perpaduan hip hop, hard core, punk, metal itu beranggotakan John (vokalis), Satrio dan Farid (gitaris), fani (basis), dan karin (drum). "Kami ke sini bukan tanpa sebab, Satrio ini pernah berteman baik dengan Bang Uje," kata John, vokalis band yang berasal dari Bekasi ini, saat ditemui di rumah Uje, Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Selasa, 4 Juni 2013.

    Satrio mengatakan dirinya pernah satu label dengan Uje pada 1996 dan sering manggung bersama. "Sering manggung bareng, sebelum jadi ustad," katanya. Setelah menjadi ustad, mereka sempat main bareng di acara gunung merapi meletus.

    Di mata mereka, Uje adalah seorang dai yang unik. "Kalau yang lain dari santri, hidup apa adanya, tapi dia pernah tersesat di dunia kegelapan. Dia bangkit dan berusaha melawan, lewat perjuangan dakwah," kata John menjelaskan.

    Mereka memiliki kesamaan konsep, tentang sosial, seperti penutupan tempat maksiat. Bagi mereka, Uje adalah inspirasi. Meski sudah lama tak bertemu Uje, sosok Uje memiliki kenangan tersendiri di diri mereka.

    NANDA HADIYANTI

    Berita Lain:
    Bintang Glee Kembali Terlibat 'Cinlok' 

    Jennifer Love Hewitt Menanti Anak Pertama 

    Kalahkan Beyonce, Jay Z Ditawari Kontrak Rp 194 M  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.