Tips Andhara Early Agar Awet Muda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andhara Early. TEMPO/Wahyu Setiawan

    Andhara Early. TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Andhara Early jadi hati-hati memilih dokter untuk pengobatan wajahnya yang dipenuhi jerawat selama bertahun-tahun. Tiga tahun terakhir, bintang film Rumah Ketujuh ini telah menemukan dokter yang cocok sehingga wajahnya bisa mulus kembali meski tidak secara total.

    "Wajah aku baru dilaser. Menurut dokter ini treatment yang terbaik untuk kondisi wajahku sekarang," kata Early, Kamis 30 Mei 2013.

    Menurut Early, laser wajah bertujuan menghaluskan permukaan kulit, berguna mengikis lapisan paling atas kulit mati dan menstimulasi kulit baru. Selain itu, Early juga melakukan perawatan anti aging.

    "Seharusnya sejak awal usia 20 tahun perempuan itu melakukan perawatan anti aging. Kalau dipersiapkan dari sejak awal, nanti di usia 30-an akan terlihat hasilnya," ujar Early.

    Agar tidak terlihat lebih cepat keriput, wanita berusia 33 tahun itu rutin menggunakan krim malam dan menyelimuti kulitnya dengan sunblock di siang hari ketika beraktivitas. "Krim mata juga. Pada dasarnya perempuan memang harus melakukan perawatan. Minimal sunblock atau pelembab," kata ibu satu anak ini.

    Early sampai saat ini tidak tertarik untuk melakukan suntik botoks sehingga wajahnya jauh dari kerutan. Baginya perawatan lewat dalam alias konsumsi buah dan sayur sangat penting dibandingkan dengan botoks. Air putih adalah pilihan mudah bagi Early agar terlihat awet muda.

    "Perbaikan nutrisi penting. Seperti sayuran, buah dan air putih. Dalam dua hari aku bisa habiskan satu galon air, kalau minum aku banyak banget," katanya.

    AISHA

    Berita Lain:
    Kelly Osbourne Sebut Lady Gaga Pembohong Besar 

    Jerawatan, Andhara Early Jijik Pegang Muka Sendiri 

    Beyonce Marah Foto Bikininya Diedit H&M  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.