Lepas Empat Istrinya, Ini Perasaan Eyang Subur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dukun Eyang Subur keluar dari Mabes Polri terkait dukun dan penganut aliran sesat di Jakarta, (19/04). Kedatangnya Eyang Subur ke Mabes Polri untuk melaporkan Adi Bing Slamet yang telah mencermarkan nama baiknya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Dukun Eyang Subur keluar dari Mabes Polri terkait dukun dan penganut aliran sesat di Jakarta, (19/04). Kedatangnya Eyang Subur ke Mabes Polri untuk melaporkan Adi Bing Slamet yang telah mencermarkan nama baiknya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta:Rumah kediaman Eyang Subur di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat pada Sabtu 25 Mei 2013 nampak riuh oleh kehadiran pewarta. Hari itu Eyang Subur yang sering dituding sesat itu akan melepas istri-istri yang dinikahinnya. Sebelumnya, MUI mengeluarkan fatwa sesat kepada Eyang Subur atas pernikahannya dengan delapan perempuan yang dinilai menyalahi hukum islam.

    Pria mantan guru spiritual artis Adi Bing Slamet itu nampak keluar dari rumah megahnya. Mengenakan jas hitam dipadu dengan kemeja hijau serta peci hitam, lelaki tua itu nampak tenang. Ia lantas duduk diapit oleh Ramdhan Alamsyah dan Salim Selon Ketua Front Pembela Islam. Membenarkan kacamata sambil tersenyum, ia memulai membacakan secarik kertas yang sudah disiapkan untuk dibacanya.

    "Saya menyadari akan kekhilafan saya yang beristri lebih dari empat. Mulai sekarang saya paham itu tidak boleh menurut Islam," kata Eyang Subur. Setelah membaca kalimat itu, ia lantas tak banyak bicara. Ketika ditanya apakah dirinya merelakan dengan ikhlas melepas ketiga istrinya, yakni Reni Mulyaningsih, Anisa dan Nita Septiarini, pada hari itu,  ia hanya mengangguk saja.

    "Iya saya nggak papa," katanya. Sebelumnya pada Maret 2013, istri ke-6 Eyang Subur sudah dilepas ikatan pernikahannya. Dengan dilepaskannya empat istri itu, kini Eyang Subur hanya beristri empat saja yang dianggap lebih sesuai dengan hukum Islam. "Saya nggak tahu kalau hukum islam begitu," kata Eyang Subur.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Terpopuler
    Darin Mumtazah Pernah Nunggak Bayar Sekolah

    Pasang CCTV, Malah Lihat Pacarnya Berselingkuh

    Jokowi: Rumah Dinas Lurah dan Camat Akan Dicabut 

    Terhangat:

    Kisruh Kartu Jakarta Sehat
    | Menkeu Baru | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.