Balik ke Jakarta, Sophia Latjuba Jadi Produser

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sophia Latjuba. TEMPO/ Adri Irianto

    Sophia Latjuba. TEMPO/ Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah empat tahun tinggal di Amerika, Sophia Latjuba kembali ke Indonesia untuk menggarap sebuah film berjudul Adriana. Untuk pertama kalinya Sophia akan mencoba menjadi seorang produser dan bekerja sama dengan sang anak, Eva Celia.

    "Ini adalah selamatan film perdana Visi Lintas Films, yakni film Adriana dari Fajar Nugros. Karena saya naksir banget, saya berambisi untuk membuat film," kata Sophia ketika dijumpai di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Mei 2013. Menurut Sophia, film ini akan dibuat menghibur dan menarik untuk remaja.

    Pada dasarnya, Fajar Nugros, berpikir untuk menarik anak muda lebih peduli pada tempat-tempat seperti museum dan perpustakaan. Karena itu, film ini akan melibatkan tempat-tempat tersebut, namun tetap memasukkan intrik cerita cinta di dalamnya.

    "Kami berusaha supaya filmnya lebih bagus dan menghibur," kata Sophia menjelaskan. Di sini, Eva Celia akan menjadi pemeran utama bernama Adriana. Dalam film tersebut, Adriana dikisahkan jadi rebutan dua pria, yaitu Mamen yang diperankan Adipati Dolken, dan Sobar diperankan oleh Kevin Julio.

    Rencananya, pengambilan gambar perdana film ini dilakukan pada 29 Juni 2013. Beberapa lokasi yang akan digunakan antara lain, Tugu Monas, Tugu Tani, Museum Nasional, Tugu Proklamasi, Museum Fatahillah dan beberapa tempat bersejarah lainnya di Jakarta.

    NANDA HADIYANTI

    Topik terhangat:

    PKS Vs KPK
    | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Baca juga:
    EDSUS Cinta Fathanah

    Ini Pengakuan Gadis Bercadar Pemotong 'Burung' 

    Ridwan: Fathanah Sering Tunjukkan Foto Perempuan

    Tiga Pelajar SMP Gagalkan Pemerkosaan oleh Tukang Ojek

    Dituding Ngemplang Pajak, Fuad Rahmany: Eko Bohong


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.