Film `Sang Kiai`, Potret Perjuangan Hasyim Asy`ari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Supri

    REUTERS/Supri

    TEMPO.CO, Jakarta -Geliat perfilman di Indonesia kian dinamis. Makin banyak produksi film setiap tahunnya dengan tema-tema kian beragam. Kisah kepahlawanan pun jadi kunci menarik minat penonton.

    Sutradara Rako Prijanto mengaku itulah salahsatu alasan dia terlibat memproduksi sebuah film yang mengangkat perjuangan seorang tokoh Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy'ari dalam film bertajuk `Sang Kiai`.

    'Sang Kiai' merupakan film yang dibuat dengan menyoroti perjuangan Hasyim Asy'ari, tokoh pendiri Nahdatul Ulama (NU) dalam mempertahankan kemerdekaan dan melawan penjajah yang timbul dari spirit keagamaan.

    "Tidak banyak yang tahu tentang kehidupan dan perjuangan beliau untuk agama dan bangsanya," ujar Rako Prijanto yang ditemui pada Selasa, 21 Mei 2013 di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Dianggap mengikuti jejak 'Sang Pencerah' yang mengangkat kehidupan pendiri Muhamadiyyah Kyai H. Ahmad Dahlan, rupanya gagasan membuat film `Sang Kiai` ini sendiri sudah jauh sebelum film tersebut hadir.

    Produser Gope Samtani mengatakan diperlukan waktu yang cukup lama untuk mencerna kisah Hasyim Aasy'ari sehingga film `Sang Kiai` baru muncul sekarang yang akan diputar serentak pada 30 Mei 2013.

    Gope juga menerangkan pembuatan filmnya dilandasi keseriusan dalam penggarapannya. Karena itulah, diperlukan waktu selama 2,5 tahun untuk riset. Lalu pemilihan karakter pemain pun tidak sekedar asal-asalan.

    Rako menuturkan bagaimana aktor dan sutradara senior Ikranegara terpilih sebagai pemeran Hasyim Asy'ari. Ini dipastikan setelah melalui beberapa proses seleksi. Aktor senior Christine Hakim pun harus diseleksi dulu sebelum bisa memerankan Nyai Kapu istri Sang Kiai.

    Fokus film ini adalah perjuangan seorang ulama kharismatik di pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, melawan penjajah. Termasuk perjuangannya  dalam menghadapi tentara Jepang dan bagaimana peran kalangan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan.

    Film kolosal perdana produksi RAPI Film ini disutradarai oleh Rako Prijanto. Selain  Ikranegara dan Christine Hakim, aktor lain di film ini adalah Agus Kuncoro, Adipati Dolken, Meriza Febriani dan Dimas Aditya.

    AISHA

    Berita Seleb Terpopuler:
    Belenggu Borong Nomine Indonesian Movie Award

    Fathanah Ditahan, Sefti Sibuk Akting 10 Judul FTV

    Soal Fathanah, Kiki Amalia: Ada Kiki Amalia Lain

    40 Film Bersaing di Indonesian Movie Awards 2013

    Inilah Nomine Indonesian Movie Awards 2013


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.