Christine Hakim: Masa Depan Film Tergantung Publik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christine Hakim di Galeri Nasional, Jakarta (12/07). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Christine Hakim di Galeri Nasional, Jakarta (12/07). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -Christine Hakim menyimpan harapan indah untuk masa depan perfilman Indonesia. Artis senior yang sudah malang melintang di dunia seni peran itu ditemui di Mango Tree Cafe, Epicentrum pada Selasa, 21 Mei 2013.

    "Mudah-mudahan penonton film Indonesia mulai berpikir kritis (sehingga selektif).  Jadi produser juga berpikir, daripada membuat film sembarangan tapi tidak ada yang menonton,  lebih baik membuat film yang dekat dengan cerita masyarakat kita atau film tokoh pahlawan," kata artis kelahiran Kuala Tungkal, Jambi, 25 Desember 1956 ini penuh harap.

    Christine mengungkapkan saat ini produksi film horor berbau semi porno yang beberapa waktu ke belakang sangat mendominasi sudah mulai menurun. Kini muncul film-film yang mengangkat tema kepahlawanan dari tokoh-tokoh bangsa. Christine sendiri ikut berperan sebagai Nyai Kapu di film 'Sang Kiai' yang baru akan diputar pada 30 Mei 2013 mendatang.

    Menurunnya produksi film horor semi porno, kata Christine, menunjukkan kualitas penonton yang semakin membaik. "Karena penonton mulai memilih mana film yang layak ditonton dan tidak," kata peraih enam Piala Citra ini.

    Pemeran utama film Tjut Nyak Dhien ini berharap masa depan perfilman nasional akan menjadi lebih baik lagi. "Kita lihat saja, semoga lebih baik,"  ujarnya menutup obrolan.

    AISHA

    Berita Seleb Terpopuler:
    Belenggu Borong Nomine Indonesian Movie Award

    Fathanah Ditahan, Sefti Sibuk Akting 10 Judul FTV

    Soal Fathanah, Kiki Amalia: Ada Kiki Amalia Lain

    40 Film Bersaing di Indonesian Movie Awards 2013

    Inilah Nomine Indonesian Movie Awards 2013


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.