Rio Dewanto Kesulitan Pahami Dialog Optatissimuss

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Dewanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Rio Dewanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -Aktor Rio Dewanto mengaku kesulitan menghapalkan dialog kala membintangi film Optatissimuss sebagai Andreas. "Dialog-dialognyanya cukup sastrawi sekali karena Dirmawan Hatta-- sutradara film Optatissimus, dulu setahu saya lulusan sastra," kata tunangan Atiqah Hasiholan ini saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Selasa, 21 Mei 2013. "Jadi saya baca dan untuk menterjemahkan agak-agak sulit. Ini apa ya maksudnya."

    Rio menyiasainya dengan memperbanyak diskusi dengan lawan mainnya, Nadhira Suryadi, aktris pendatang baru, yang pernah berperan sebagai Purbasari dalam teater Lutung Kasarung arahan Didi Petet. "Akhirnya ya, dimaknai saja kalimatnya," dia menambahkan.

    Dalam film ini, Rio memerankan Adnreas, tokoh sentral cerita. Andreas digambarkan sebagai sosok lelaki yang meragukan ketuhanan. Hal itu membuat Rio merasa memiliki kesan tersendiri. Pasalnya, Rio turut pula menyelami tokoh yang menjadi inspirasi film ini, yaitu Alex Tanuseputra.

    "Sayangnya saya nggak sempat bertemu dengan pak Alex untuk mendalami cerita ini, hanya ngobrol dengan sutradara saja," Rio menjelaskan. Alex Tanuseputra adalah sosok yang melatarbelakangi kisah dalam film ini. Kisah perjalanan spiritualnya diinterpretasikan sedemikian rupa oleh penulis dan sutradara film dengan tujuan menyampaikan pesan rohani.

    Judul film Optatissimus yang diambil dari bahasa latin itu memiliki arti doa pertama yang juga memuat substansi cerita tentang kekuatan doa. Namun, Rio membantah genre film yang dimainkannya ini adalah film religi. Ia menganggap meski diangkat dari perspektif salah satu agama, yakni Kristen, film ini memuat pesan universal.

    "Ini bukan film religi loh karena cerita tentang tokohnya bisa terjadi pada semua orang jadi lebih luas" kata aktor berusia 25 tahun itu.

    Film garapan sutradara Dirmawan Hatta yang juga penulis skenario film May (2008) ini mengambil latar cerita di kota Malang. Beberapa pengambilan gambar mempertunjukkan keindahan daerah lereng pegunungan Semeru, yakni Ranu Pani dan Ranu Regulo. Tidak hanya Rio Dewanto, film ini menampilkan tokoh Yunita yang diperankan oleh Nadhira Suryadi dan Piet yang diperankan oleh Landung Simatupang.

    NURUL MAHMUDAH

    Topik Terhangat
    Kisruh KJS
    | Menkeu Baru | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

    SELEB! Terpopuler
    Kiki Amalia Pastikan Tak Terima Job Isi Acara PKS

    Soal Fathanah, Kiki Amalia: Ada Kiki Amalia Lain

    Belenggu Borong Nomine Indonesian Movie Award


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.