Soal Fathanah, Kiki Amalia: Ada Kiki Amalia Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiki Amalia tak mampu membendung air matanya saat memberikan bantahan mengenai keterlibatannya dengan tersangka kasus suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah, di Kawasan Wijaya, Jakarta, Selasa (14/5). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Kiki Amalia tak mampu membendung air matanya saat memberikan bantahan mengenai keterlibatannya dengan tersangka kasus suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah, di Kawasan Wijaya, Jakarta, Selasa (14/5). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta -Kembali disebut namanya sebagai salah satu perempuan yang menerima uang dari tersangka kasus suap impor daging Ahmad Fathanah, Kiki Amalia menyampaikan bahwa ia sama sekali tidak tahu menahu tentang hal itu.

    "Seperti yang saya sampaikan dalam konferensi pers Selasa pekan lalu, 14 Mei saya nggak menerima uang apapun," tegas Kiki, Selasa 21 Mei 2013.

    Kali ini, dikabarkan bahwa nama Kiki tercantum dalam dokumen pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dokumen itu menyebutkan Kiki menerima uang senilai 7,5 juta dari Fathanah. Kiki menerima transfer duit dua kali pada Maret 2004 dan Oktober 2012 yang uangnya ditransfer melalui rekening bank BCA.

    "Saya nggak pernah menerima uang apapun. Bisa jadi itu nama Kiki yang lain," paparnya lagi. "Yang namanya Kiki Amalia kan banyak, siapa tahu memang ada Kiki yang lain," ujarnya lagi.

    AISHA


    Topik Terhangat:
    Kisruh Kartu Jakarta Sehat |
    Menkeu Baru | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

    Berita Terpopuler:
    Skenario Tukar Kursi, Lobi Fathanah di Pesawat 

    Calon KSAD Moeldoko Diingatkan 'Operasi Sajadah' 

    Diajak Mesum, Gadis Bercadar Nekat Potong 'Burung' 

    Gadis Bercadar Jadi Tersangka Pemotong 'Burung' 

    Gadis Bercadar Potong 'Burung', Polisi Terkecoh 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.