Enggak Suka Akting, Sigi Wimala Bikin Film

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sigi Wimala. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Sigi Wimala. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Debut pertama jadi sutradara film omnibus bertajuk Pintu Harmonika, Sigi Wimala suguhkan cerita single parent. Dalam film yang mengisahkan tiga cerita tentang keluarga itu, Sigi menyutradarai cerita berjudul piano yang berkisah tentang hubungan ibu dan anak laki-lakinya.

    “Saya pengen explore single parent yang anaknya cuma satu. Komunikasi itu penting banget bagaimana mereka membantu setiap ada masalah” kata Sigi saat ditemui di kawasan Senayan pada Senin, 21 Mei 2013.

    Aktris yang memulai debut akting di film Tentang Dia (2005) ini menganggap bahwa persoalan tentang seorang ibu menantang untuk diceritakan. Ia pun berusaha menampilkan konflik perasaan ibu yang ketergantungan dengan anaknya.

    Berkisah tentang seorang ibu muda bernama Imelda yang hidup berdua dengan putra satu-satunya, David. Hubungan ibu dan anak digambarkan melalui emosi  keduanya yang nampak dalam sikap. Klimaks cerita dikisahkan putranya meninggal dunia hingga Imelda berusaha bunuh diri.

    Dalam film Omnibus yang memiliki tiga cerita berbeda tersebut, tak hanya Sigi yang menyutradarai film Pintu Harmonika, dua cerita lainnya berjdul Otot dan Skors masing-masing disutradarai oleh Ilya Sigma dan Luna Maya.

    Terjun di belakang layar memang sudah menjadi keinginan Sigi sejak lama. Ia bahkan menganggap dirinya tak mahir akting. "Jujur aku engga suka akting, I'm bad in acting. Aku kayaknya engga maksimal kasihan sutradaranya juga. Aku memutuskan meninggalkan itu, dan do something” kata ibu satu anak ini.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Lain:
    Jadi Sutradara, Luna Maya Seperti Sedang Kuliah

    Peran Sulit Jenny Zhang di Film Anyarnya

    Robert Pattinson dan Kristen Stewart Berpisah?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.