Film Jokowi Digarap Produser Film Horor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sisi hukum. Jokowi menyatakan jangan sampai ada yang merasa dirugikan akan kebijakan ini,

    Sisi hukum. Jokowi menyatakan jangan sampai ada yang merasa dirugikan akan kebijakan ini, "Jangan sampai di PTUN-kan," ujarnya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama enam tahun, K2K Production selalu memproduksi film-film semi porno dan horor. Imej sang produser, KK Dheeraj terbilang sudah miring untuk beberapa artis karena kebanyakan film yang dikeluarkan tidak bermutu. Bahkan, pria asal India ini sempat disomasi karena membohongi penonton lewat film Mr Bean Kesurupan Depe. Kala itu KK Dheeraj tidak menampilkan Rowan Atkinson yang dikenal dengan karakter Mr Bean yang fenomenal.

    Dalam rangka 'bertaubat', KK Dheeraj membuat perubahan. Untuk produksi ke 30 filmnya ini, dia menawarkan film bertajuk Jokowi. Yang menceritakan masa kecil mantan walikota Solo itu hingga dewasa.

    "Sulit untuk melakukan perubahan dengan imej yang sudah terbentuk, apalagi dengan tetap menggunakan nama perusahaan," kata KK Dheeraj, Senin 20 Mei 2013.

    KK Dheeraj berjanji untuk memproduksi film yang berkualitas. "Film ini merupakan bentuk apresiasi terhadap Jokowi. Saya merasa beliau adalah sosok yang beda dan luar biasa," kata produser film Selimut Berdarah,, Pacar Hantu Perawan, Skandal Cinta Babi Ngepet, Anda Puas Saya Loyo, Pijat Atas Tekan Bawah.

    Film Jokowi ini rencananya akan diputar pada tanggal 20 Juni 2013, bertepatan dengan satu hari sebelum ulang tahun Jokowi dan dua hari menjelang ulang tahun DKI Jakarta. Film ini dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana, Prisia Nasution, Ayu Diah Pasha, Susilo Badar, Landung Simatupang, dan Ratna Riantiarno.

    AISHA

    Berita Lain:
    Ustad 'Jamaah' Disomasi Penyandang Kusta 

    Acil Bimbo: Saya Sakit Hati

    Film Sampah bagi James Franco


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.