Begini Kronologis Katon Bagaskara Terjatuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Kla Project Katon Bagaskara. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Vokalis Kla Project Katon Bagaskara. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Katon Bagaskara sedang menyanyikan lagu hit Yogyakarta ketika dirinya terjatuh dari panggung setinggi 1,5 meter. Grup band Kla Project, Sabtu malam 18 Mei 2013 menjadi salah satu pengisi acara di Reuni Persahabatan 8 Bintang di Senayan Jakarta. Katon yang mengenakan kaus dan celana hitam, seperti biasa berinteraksi dengan penonton. Dia mengangkat tangannya serta melambai di pertengahan lagu yang diikuti seluruh penonton.

    Lalu, tangan Katon merogoh kantung celana dan mengeluarkan gadget Iphone miliknya. "Sebentar lagi pake Iphone gue masukin YouTube, boleh enggak," kata Katon yang dijawab dengan lengkingan setuju dari penonton yang memenuhi Hal D Senayan, Jakarta itu.

    Musik lagu Yogyakarta masih berkumandang, Katon menyapa penonton. "Ini penonton paling asik. Selalu jadi bintang di dalam hidup Anda. Tangan masih di atas, bintang masih di atas," kata Katon yang terus mengabadikan momen tersebut dengan gadgetnya.

    Di depan panggung, Katon ditemani Lilo yang sedang konsentrasi memainkan gitar. Sambil bernyanyi, Katon mengangkat tinggi gadgetnya mengarah ke penonton, lalu dia duduk di pinggir panggung, lalu berdiri lagi. "Ayo semua loncat-loncat," kata Katon yang diikuti penonton.

    Lalu posisi Katon membelakangi penonton dan tangannya tetap mengarahkan gadget. Hanya bergeser sedikit, tiba-tiba tubuh Katon langsung menghilang. Dia terjatuh ke bawah diikuti beberapa kru yang berlari menolong Katon. Sepertinya penonton dan personil Kla Project lainnya tidak menyadari, karena musik tetap berkumandang meski suara katon sudah tidak terdengar. Ketika lagu Yogyakarta habis, penonton malah bertepuk tangan dengan meriah. (Ini video tersebut)

    Ada salah satu user, Justin Robbee  yang berkomentar: "Uh mampoes jatoh.Ngapain bermanuver saat lagi mabok om?Sakit gak seberapa, malunya yang luar biasa."

    Setelah Katon terjatuh, terlihat sejumlah panitia menggotong Katon dengan posisi yang memprihatinkan mengingat penyanyi itu mengalami patah tulang. Keluhat Katon terdengar jelas, ' aduh..aduh..." ketika digotong menuju ruang P3K. (video di YouTube).

    Salah satu user Haryo Bargas menyayangkan panitia acara yang tidak profesional dalam menangani masalah seperti itu. "Itu petugas enggak dilatih untuk penanganan pertama korban kecelakaan apa? Cara gotong orang yang cedera kaya gitu. Kalo punggungnya Katon yang patah itu bisa tambah parah kalo cara bawanya seperti itu."

    Sama halnya dengan komentar dari M Abd: "Ya ampun, 1st Aid officernya mana??..acara keren pake artis beken penanganan kecelakaan masih ky jaman Jepang...!! sewa tenaga ahli donk!! akhirnya Mas Katon masuk rumah sakit tulang belikat retak2..karena penangannnya yang kurang tepat..usut tuntas tuuh bukti ada di You Tube bisa buat evidence di persidangan...Kasian artis2 Indonesia masih kurang di hargai..event organiser only money maker..!!"

    Terjatuhnya Katon langsung menimbulkan spekulasi kalau mantan suami Ira Wibowo itu sedang mabuk karena pengaruh alkohol. Maklum, konser tersebut disponsori oleh minuman beralkohol.  ''Saat itu Katon tidak berada di bawah pengaruh alkohol sebelum konser dimulai,''kata Imma Novia dari Management KLa Corporation di Jakarta, Ahad 19 Mei 2013.(Baca: Katon Jatoh Bukan Karena Alkohol)


    ALIA FATHIYAH

    Topik terhangat:

    PKS Vs KPK
    | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Berita Lain:
    Dengar Pengakuan Maharani, Perasaan Sefti Hancur

    Selingkuh, Begini Fathanah Minta Maaf 

    Cerita Sopir Fathanah Soal Paket Duit ke Luthfi

    Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.