Film '5 Cm' Dituding Tak Ajarkan Peduli Kebersihan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendaki mendirikan kemah menjelang malam hari di Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur, (7/9).  ANTARA/Teresia May

    Sejumlah pendaki mendirikan kemah menjelang malam hari di Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur, (7/9). ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO , Jakarta: Film layar lebar 5 CM yang mendulang sukses beberapa waktu lalu, dinilai aktivis lingkungan hanya memberikan dampak peningkatan jumlah pendaki saja namun tidak untuk membuat pendaki peduli dengan kebersihan di kawasan Gunung Semeru. "Tidak ada nilai edukasi semisal kepedulian terhadap lingkungan," kata Sukaryo, aktivis Pecinta Alam Semeru (PAS) kepada Tempo, Ahad, 19 Mei 2013.

    Sukaryo yang juga anggota Komunitas Pecinta Alam Pemerhati Lingkungan (KAPPALA) Indonesia ini mengatakan, film yang disutradarai Rizal Mantovani ini hanya menggambarkan bagaimana melakukan pendakian Gunung Semeru. Unsur edukasi peduli lingkungannya, kata Sukaryo yang biasa disapa Cak Yo ini, tidak ada sama sekali. "Bukan kurang namun tidak ada sama sekali yang bisa menggerakkan untuk peduli kepada kebersihan kawasan Gunung Semeru," kata dia.

    Film 5 CM, kata Sukaryo, memang tidak secara langsung menjadi faktor yang membuat sampah di Gunung Semeru semakin banyak. Namun, pasca pemutaran film ini, jumlah pendaki Gunung Semeru melonjak tajam. Ironisnya, para pendaki Semeru yang terinspirasi setelah menonton film ini, tidak memiliki kepedulian terhadap kebersihan kawasan gunung yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini. Sampah tidak malah semakin berkurang, namun, kata dia, malah semakin bertambah.

    Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), di Kabupaten Lumajang, Sucipto mengatakan, Film 5 CM memang menjadi magnet bagi penontonnya untuk merasakan bagaimana berpetualang mendaki ke Gunung Semeru. Selama libur panjang akhir pekan lalu, jumlah pendaki Gunung Semeru mencapai 3.000 orang. Hal ini berdampak terhadap produksi sampah plastik yang berasal dari bungkus bekal logistik pendaki. Sucipto belum bisa memperkirakan berapa produksi sampah setiap pendaki.

    Sucipto juga mengakui banyak pendaki yang seenaknya meninggalkan sampah plastik di kawasan Gunung Semeru. "Jumlah pendaki ribuan, tapi sampah yang dibawa turun ke Ranupane kok cuma sekian," kata Sucipto yang sempat mengecek ke Ranupane.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Topik terhangat:

    PKS Vs KPK
    | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Berita lainnya:

    EDISI KHUSUS Cinta dan Wanita Ahmad Fathanah

    Barcelona Parade Gelar Juara, Song-Pique Berantem
    Ada Penyusup di Perayaan Gelar Juara Chelsea


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.