Oki Setiana Dewi Jelas Pro Kontra Album Religinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oki Septiana. TEMPO/Yosep Arkian

    Oki Septiana. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta -Usai menyelenggarakan acara bertajuk 'Inspiration Night with Oki Setiana Dewi&Shindy', dia menjelaskan alasan mengeluarkan album perdana 'Hijab I'm in Love'. Artis yang bakat akting dan namanya melejit melalui film Ketika Cinta Bertasbih ini menerangkan kemunculan album religi ini bersama sang adiktidak berlangsung mulus.

    Dia menjelaskan pada pembuatan album ini ketika merencanakan dan mewacanakan, ada pro dan kontra. Ada banyak orang yang mendukung ada pula yang tidak. Hal itu dilandasi karena ada beberapa pihak yang menganggap suara perempuan adalah bagian dari aurat. Oki pun mengambil sikap bahwa mengeluarkan album adalah salah satu cara untuk mendekati kaum muda-mudi yang diniatkan sebagai sebuah kesungguhan untuk berdakwah.

    "Saya sudah seringkali terbiasa mengisi materi tentang hijab. Biasanya full mengisi selama dua jam penuh. Alangkah baiknya diselipkan satu buah lagu dalam kesempatan mengisi materi," ujarnya.

    Oki menjelaskan tidak bisa dipungkiri saat ini remaja sangat suka dengan konser-konser Korea, sangat senang dengan musik-musik di televisi banyak yang nonton. Menurutnya,

    "Ketimbang harus suka dengan musik seperti itu, mengapa tidak membuat karya bagus sebagai alternatif dengan lirik yang bagus?" ujarnya.

    Penulis buku Cahaya di atas Cahaya ini sedang melanjutkan studi S-2 Pendidikan Anak Usia Dini. Oki mengharapkan lagu-lagu Islami tidak hanya diperdengarkan pada bulan Ramadhan. Tetapi saat sekarang pun bisa lebih banyak lagu-lagu bernafaskan Islami diproduksi di masyarakat supaya lebih dikenal dan tidak merasa asing dengan lagu-lagu ini.

    AISHA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.