Nama Dewi Kirana Seperti yang Tertulis di KTP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Dangdut Dewi Kirana saat sedang diwawancarai media di Jakarta (15/5). Namanya melejit setelah ada pemberitaan ia pernah menerima uang dari Ahmad Fathanah. Tempo/Charisma Adristy

    Penyanyi Dangdut Dewi Kirana saat sedang diwawancarai media di Jakarta (15/5). Namanya melejit setelah ada pemberitaan ia pernah menerima uang dari Ahmad Fathanah. Tempo/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta -Penyanyi dangdut yang dijuluki Queen of Pantura mengakui namanya benar Dewi Kirana seperti yang kini tertulis di kartu tanda penduduk (kTP). Dia menceritakan dirinya adalah ibu empat anak dari pernikahaan dengan Mamat Surahmat, suami pertama yang cerai pada tahun 2010.

    Mamat suami pertama juga menciptakan lagu untuk Dewi Kirana yang selalu dinyanyikan ketika manggung adalah Musnah, Pengen Dikawin, Tega, Mobil Gandengan, dan Pecak Welut. Tahun 2011, Dewi menikah dengan Kholis hingga sekarang dan mendapat satu anak.

    "Anak saya dari suami pertama yang sulung sudah duduk di kelas 1 SMA dan mulai ikut menjadi penyanyi juga. Dulu nama saya Dewi Kristina. Karena alasan supaya ngetop saya ubah jadi Dewi Kirana, nama akhir saya ambil dari nama anak saya yang ke dua. Waktu saya rekaman saya pakai nama asli untuk album 1 dan 2 tapi belum hoki. Tapi sekarang nama Dewi Kirana sudah tercantum di KTP."

    Nama Dewi Kirana disebut oleh KPK dan terkait dengan Ahmad Fathanah. "Itu bukan saya. Ada yang bilang gini katanya istri keduanya Fathanah itu Dewi Kirana, tapi sudah dicerai. Ya saya enggak tahu siapa, karena bukan saya meski di KTP saya sandang nama ini."

    HADRIANI P | AISHA

    Topik Terhangat:


    BISNIS Terhangat
    Kadin Ragukan Izin Khusus Impor Gula di Perbatasan 

    Panasonic Gobel Optimistis Jual 200 Ribu Lampu LED 

    Pegawai Pajak Tertangkap Lagi, Ini Jawaban Dirjen  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.