Bradley Cooper Dalami Kematian versi Ninja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bradley Cooper. Evan Agostini/Invision/AP

    Bradley Cooper. Evan Agostini/Invision/AP

    TEMPO.CO , Jakarta: Aktor Silver Linings Playbook, Bradley Cooper pernah meminta kepada ayahnya supaya mengirimnya ke Jepang. Dia ingin latihan seni bela diri Jepang kuno, Ninjitsu yang menjadi klan ninja yang misterius di negara itu.

    “Saya pikir hanya ninja yang bisa memahami makna hidup dan mati,” kata Pria kelahiran Philadelpia, 5 Januari 1975 ini pada Detail Magazine. “Jadi saya memohon pada ayah saya untuk mengirim saya ke Jepang sampai usia 21 tahun. Sehingga saya bisa berlatih untuk menjadi seorang ninja.”

    Setelah keinginannya menjadi ninjanya berlalu, pemain utama dalam film Limitless ini, terobsesi menjadi tentara dan ingin bergabung dalam akademi militer pada usia ke-38. “Saya memohon pada ayah untuk mengirim saya ke Valley Forge Millitary Academy,” kata dia. “Saya sudah menemukan nomor kontaknya di Yellow Pages, dan ayah saya berkata ‘tidak’.”

    Cooper mengaku takut akan kematian ketika masih kecil. “Tidak merasakan kecemasan, saya hanya ingin mendapatkan pemahaman yang lengkap mengenai kematian,” kata kekasih model Suki Waterhouse ini. “Saya ingin mendalami makna kematian secara menyeluruh.”

    FEMALE FIRST | AISHA

    Topik Terhangat:
    Teroris
    | Penggila Klub Eropa | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    SELEB! Terhangat
    Selamatkan Hiu, Daniel Mananta: Bisa Kena Kanker 

    Nina Tamam Kapok Makan Hiu 

    Peran Menantang Prisia Nasution


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.