Tata Ginting Nikmati Peran Sjahrir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutan Sjahrir bersama Agus Salim, Charles Tambu, Sumitro Djojohadikusumo dan Soedjatmoko dalam sidang Dewan Keamanan PBB di Lake Success, 1947. Renungan dan Perjuangan Bianglala

    Sutan Sjahrir bersama Agus Salim, Charles Tambu, Sumitro Djojohadikusumo dan Soedjatmoko dalam sidang Dewan Keamanan PBB di Lake Success, 1947. Renungan dan Perjuangan Bianglala

    TEMPO.CO , Jakarta:Bagi aktor Tata Ginting, berperan sebagai salah satu tokoh founding father seperti Sjahrir bukanlah perkara mudah. Apalagi pendatang baru di dunia layar lebar ini hanya mengaku memiliki sedikit sumber rujukan dan tak gampang didapat. Namun Tata Ginting justru menikmati semua proses dalam seni perannya dalam film Soekarno itu.

    Aksinya dalam film yang akan rilis Desember 2013 ini menurutnya menyenangkan untuk dieksplorasi. Ia merasa sangat terhormat bisa bermain dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Film layar lebar yang dikemas secara kolosal merupakan pengalaman pertamanya.

    "Ini bisa dibilang film pertama saya karena saya dapat karakter, sebelumnya pernah main film juga sebagai fighter gitu, tapi cuma muncul selewat aja...," kata dia sambil tertawa.

    Pemeran Ikal dalam film musikal Laskar Pelangi ini berkisah mengenai masa kecilnya hingga dia bisa mencintai seni peran. "Dulu itu saya bercita-cita malah pingin jadi ABRI, umur enam tahun mulai belajar main gitar, umur sembilan tahun dapat kamera...,” kata dia. “Pas SMA sudah pingin ke seni, tapi sulit dapat dukungan dari ayah."

    Terbentur dukungan orang tua, Tanta pun kuliah teknik elektro, dan selama empat belas tahun tinggal di Amerika. Selama itu pula kecintaan pada seni tidak pudar. Tanta sempat membuat band bersama teman-temannya di Amerika. Sayangnya begitu kembali ke Indonesia, warna musik yang dibawanya tidak terlalu cocok dengan warna Indonesia. "Kalau kata temen saya warna musik saya terlalu bule."

    "Saat pulang ke Indonesia keuangan sudah mulai menipis jadi saya mikir keras harus ngapain saat itu." kata Tanta begitu ekspresif. Tak lama lewat Ari Tulang, Tanta diperkenalkan pada teater musikal di Indonesia. Ari tulang pulalah yang memperkenalkannya pada tim casting film Soekarno sehingga ia memerankan tokoh Sjahrir.

    AISHA

    Topik Terhangat

    Teroris | Edsus FANS BOLA | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    SELEB! Terpopuler

    Fatin Akui Sulit Menghafal Lirik Lagu Lenka 

    Madonna akan Terima Penghargaan Billboard Award

    Film '5 CM' Meningkatkan Jumlah Pendaki Semeru  




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.