Onderdil Bekas Onthel Jadi Bahan Wayang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penggemar sepeda onthel. Tempo/Budi Purwanto

    Sejumlah penggemar sepeda onthel. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO , Yogyakarta: Siapa sangka onderdil bekas sepeda onthel bisa menjadi bahan baku utama membuat wayang? Onderdil - onderdil ini disusun sedemikian rupa hingga membentuk tubuh wayang yang utuh dan unik.


    Andritopo (30), warga Desa Ngaran Ngisor, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang bersama komunitas sepeda tua Velocipide Old Classic (VOC) Magelang tertarik memanfaatkan onderdil bekas untuk membuat wayang ontel. Gagasan pembuatan wayang onthel adalah sejak tahun 2006.


    "Tahun 2006 adalah masa transisi perubahan sepeda ontel dari alat transportasi menjadi benda antik. Sayang bila onderdil tersebut dibuang. Kami pun akhirnya menciptakan wayang," kata Andritopo Minggu 5 Mei 2013.


    Andritopo mengatakan memilih wayang karena ingin mendekatkan masyarakat terhadap kesenian wayang. Ia dan komunitasnya pun menciptakan tokoh-tokoh pewayangan.


    Hingga saat ini ada sembilan tokoh yakni Paijo, Gondes, Kuncung, Kiai Genjot, Darso, dan tiga anggota keluarga (Pak Jambul, Bu Jambul, dan Gembus), serta satu Gunungan.


    "Proses pembuatan tokoh wayang juga tidak mudah. Kami harus mencocokkan onderdil dengan karakter wayang. Seperti tokoh Kyai Genjot yang paling tua, kami menggunakan onderdil tua tahun 1904," katanya.


    Tokoh-tokoh wayang pun tak sekedar dipajang melainkan dipentaskan dengan alat musik yang terbuat dari onderdil sepeda. "Kami tetap menggunakan gendang dan saron untuk musiknya," kata Andritopo.


    Dalam pementasan wayang onthel terdapat tema-tema khas yang diangkat. Andritopo mengatakan lebih mengangkat kritik sosial di masyarakat seperti kampanye sepeda, kebijakan pemerintah, polusi udara, dan sebagainya."Pementasan bisa dilakukan dimana aja. Kami pernah pentas di trotoar, alun-alun, dan tempat lainnya," katanya.


    Aning Purwa, sinden tunggal dalam wayang ontel menambahkan, syair lagu dalam pertunjukan diadaptasikan dengan cerita yang dibawakan."Irama lagu menggunakan lagu lawas tapi syairnya diubah dan disesuaikan cerita," jelasnya.


    Dia juga mengatakan sudah menciptakan sejumlah suluk untuk mengiringi pementasan wayang onthel seperti Suluk Makaryo, Sambat, serta Syukur."Kami akan terus berproses demi kesempurnaan kesenian ini," tandasnya.


    OLIVIA LEWI PRAMESTI


    Topik Terhangat:
    Pemilu Malaysia
    | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

    Baca juga:
    25 Buruh Panci Disekap, 3 Bulan Tidak Mandi


    Bos Pabrik Panci yang Siksa Buruh Jadi Tersangka

    Kisah Buruh Pabrik Panci Kabur dari Sekapan Bos

    Finalis X Factor Indonesia Ramaikan Konser Lenka

    Profil Andressa Urach, Selingkuhan Ronaldo


    Korban Tewas Bom TNI Sempat Dapat Uang dari SBY


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.