Anto Juwono Mengebrak Amerika dengan Lagu Tanase

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anto Juwono bersama istrinya, Diar. Kapanlagi.com

    Anto Juwono bersama istrinya, Diar. Kapanlagi.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Satu lagi, musisi dan penyanyi di era 90an kembali meramaikan blantika musik Indonesia. Dia adalah Anto Juwono yang sejak tahun 1998 hijrah ke Amerika Serikat merintis karir dengan berbisnis.

    "Tetapi musik adalah panggilan jiwaku. Di New Jersey, Amrik, aku ternyata enggak bisa meninggalkan musik. Maka sembari bisnis aku kadang masih manggung dan menyanyi untuk beberapa klub tertentu di sana dan beberapa kota lain di Amrik," kata Anto yang dijumpai dalam beberapa kesempatan. Terakhir, Anto menulis surat elektronik kepada Tempo pada Sabtu, 4 Mei setelah akhir April kembali ke Amerika.

    Bersama Diar, sang istri tercinta, tampaknya Anto serius mempersiapkan album mini dan "comeback"nya ke jagad musik Indonesia. Melalui lagu Tanase yang bergenre reggae thonk dengan pengambilan gambar dan pengerjaan musiknya di Amerika, lagu ini marak beredar di jejaring sosial You Tube.

    "Aku bekerja sama dengan operator musik seorang anak muda asal Pueto Rico. Di Amerika lagu inni sangat digemari. Makanya kembali ke Amrik untuk mempersiapkan dengan serius," kata Anto yang sempat meluncurkan mini albumnya ini.

    Dia mengakui sangat menyukai Lagu Tanase sejak kecil karena nadanya fun dan energetik. "Di Amrik, aku tertantang bikin lagu ini dan mencoba eksplore dengan musik reggae thonk yang sedang digandrungi di sana. Enggak mengira sambutan mereka antusias dan mereka tidak menduga yang bikin aku orang Indonesia."

    Pria kelahiran Beijing Cina ini berterus terang dirinya termasuk penyuka aneka genre musik, meski dasarnya adalah rock. "Pokoknya aku ingin memberikan sesuatu yang baru untuk industri musik Indonesia."

    Maka, pilihannya menyajikan  bikin yang unik yang bukan mengikuti  trend. "Pokoknya Mas Anto ini menyuguhkan hal yang lain, berbeda dari yang ada," kata Diar menambahkan penjelasan suaminya. Diar mencontohkan pernah sukses menelorkan lagu jali-jali dengan kombinasi musik disco rock yang berjaya di tahun 90an.

    "Lagu Tanase juga diapresiasi dengan baik di Amrik. Mereka suka sekali, mungkin karena aku membuatnya dengan serius dan bersungguh-sungguh memakai hati. Bagiku musik adalah jiwa dan cinta terpenting selain keluarga," ujarnya.


    HADRIANI P


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?