Kenapa Sosialita Gandrungi Olahraga Polo?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olahraga Polo. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Olahraga Polo. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Episentrum olahraga polo terletak di Cibinong, Bogor, tak jauh dari pintu keluar tol Jagorawi Km 24 Karanggan, di bawah bendera Nusantara Polo Club. Ini adalah satu-satunya tempat berkumpul penggemar olahraga polo di Indonesia. (Baca: Polo, Olahraga Raja-Ratu Sosialita)

    Nusantara Polo Club baru resmi didirikan oleh Hashim Djojohadikusumo dan kakaknya, Prabowo Subiakto, pada tahun 2005. Klub yang didirikan Hashim sebelumnya di Sentul, Jakarta Equestrian & Polo Club, pada tahun 2002 lalu diubah untuk lebih berfokus pada kegiatan berkuda saja.

    Tidak ada keterikatan sebagai anggota dalam klub ini. Jumlah penggemar polo yang kerap berlatih di sini hanya sekitar 20 orang. Klub ini lebih bersifat privat. "Yang bermain pun sebagian besar adalah ekspatriat, biasanya hari Sabtu atau Minggu," ujar Daya Zakir, President Director PT Concepto Polo Indonesia, kepada Tempo, 24 Maret 2013.

    Salah satunya adalah Eliyah Attia, perempuan asal Prancis yang baru memulai bermain polo pada Agustus tahun lalu di Indonesia. "Olahraga ini membuatku ketagihan," ujarnya di sela sesi latihan di satu sore, ditemani seekor anjing pomeranian jantan yang rajin membuntutinya sejak turun dari kuda.

    Lain lagi Del J Mear, pria Amerika yang telah lima tahun ini ketagihan bermain polo. "Saat di atas kuda kamu tidak lagi berpikir tentang masalahmu, pekerjaanmu. Kamu menyatu dan fokus kepada kudamu," kata pria yang di Jakarta mengelola bisnis di bidang arsitektur ini.

    "Waktu berebut bola di atas kuda, adrenalin rasanya naik semua," ujar Iman Kusumo, Ketua Indonesia Polo Association.

    Banyak dari mereka ketagihan bermain polo lantaran orang-orang terdekatnya. Mear, misalnya, dirayu oleh temannya, sementara Daya tertarik mencoba polo setelah melihat anaknya, Daniya Zakir, telah lebih dulu menguasai olahraga ini. Hashim Djojohadikusumo juga mengenalkan olahraga polo kepada anak keduanya, Rahayu Saraswati, dimulai dengan berkuda di usia delapan tahun. (Baca: Sosialita Melawan Mafia Perdagangan Manusia)

    Sara--panggilan akrab Rahayu mengaku menyukai polo karena nilai kesetaraan gender dalam tim yang berjumlah empat orang tersebut. "Satu tim bisa terdiri dari laki-laki dan perempuan sekaligus," ujar sosialita yang juga menggeluti dunia akting ini. Selengkapnya baca Gemerlapnya Dunia Sosialita.

    RATNANING ASIH

    Berita Lainnya:
    Polo, Olahraga Raja-Ratu Sosialita
    Pesona Afgan Saat Menyanyi Rap
    Susno Duadji Minta Polda Jabar Tidak Disalahkan
    Tempat Arisan Sosialita Merangkap Butik
    Jadi Sosialita Tak Selalu Mudah Akses


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?