Mouly Surya di Ajang Festival Film Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mouly Surya. dok TEMPO/Santirta M.

    Mouly Surya. dok TEMPO/Santirta M.

    TEMPO.CO, Jakarta--Sutradara Mouly Surya kembali menyuguhkan film terbarunya yang berjudul ‘What They Don’t Talk About When They Talk About Love’. Pemenang Piala Citra untuk katagori Sutradara, Penulis dan Film Terbaik lewat film pertamanya ‘Fiksi’ ini berhasil membawa karya barunya itu mendunia di berbagai festival film internasional.

    Film besutan Mouly ini tampil di Sundance International Film Festival di Amerika Serikat, Rotterdam International Film Festival di Belanda, Goteborg International Film Festival di Swedia dan Hongkong International Film Festival di Hongkong. Ditemui saat konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu 24 April 2013, ia mengungkap pengalamannya mengikuti berbagai event bergengsi itu.

    "Yang si Sundance itu kita apply di internet. Kalau Rotterdam, jadi ada kayak Post Production Funding. Waktu itu kita apply buat funding-nya otomatis kita masuk ke festivalnya," katanya kepada Tempo.

    Mouly menambahkan saat ini film yang bercerita tentang orang-orang diffable (Different Ability) itu masih akan dijadwalkan untuk tayang di berbagai ajang festival negara-negara lain. Namun dirinya masih merahasiakan perihal itu lantaran belum ada pengumuman resmi.

    Film yang di diputar pertama kali di Sundance International Film Festival pada tanggal 23 Januari 2013 itu membuat ibu satu anak ini berbangga. Mouly mengaku terkesan dengan respon para penonton di berbagai belahan dunia.

    "Respon mereka juga sangat baik karena penonton selalu penuh. Yang menarik ke berbagai negara dan menunjukkan film ini adalah ada konteks kultural yang berbeda. Orang Hongkong interpretasinya berbeda dengan orang Amerika. Jadi respon mereka selalu di luar dugaan saya," katanya.

    What They Don’t Talk About When They Talk About Love dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2 Mei 2013. Selain masuk ke berbagai festival film internasional, film itu juga mendapatkan dana produksi dari Hubert Bals Fund, Goteborg International Film Festival Fund, Asian Project Market dan Busan International Film Festival. Tidak hanya menyuguhkan cerita yang unik, film ini menghadirkan aktor dan aktris berbakat. Sebut saja Nicholas Saputra yang berperan sebagai Edo, Ayushita Nugraha yang berperan sebagai Fitri dan aktris kawakan Jajang C. Noer serta aktris pendatang baru Karina Salim.

    NURUL MAHMUDAH


    Topik Terhangat:


    #Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya


    Baca juga:
    Gebrakan Baru Noah, Manggung di Atas Laut

    Tema Korupsi Warnai Festival Film Purbalingga 2013

    Dua Film Amerika di Europe on Screen 2013

    Akun Twitter Tamara Bleszynski Diretas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.