Berekspresi Lewat Lukisan Media Tubuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chooo-San 19 tahun seorang mahasiswa tahun pertama di Universitas Musashino Art di Tokyo, Jepang membuat sebuah karya yang menakjubkan pada tubuh manusia seperti resleting, saklar lampu, tali spatru, dll. dailymail.co.uk

    Chooo-San 19 tahun seorang mahasiswa tahun pertama di Universitas Musashino Art di Tokyo, Jepang membuat sebuah karya yang menakjubkan pada tubuh manusia seperti resleting, saklar lampu, tali spatru, dll. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO , Surakarta:Fida Dwimastu, 18 tahun, penuh coreng moreng. Kaos biru yang dia pakai belepotan warna merah. Celana pendeknya hitamnya sudah bercampur warna jingga. Rambut panjangnya yang dikuncir tak berkelir hitam, tapi merah oleh cat.

    Coreng-moreng di sekujur tubuh Fida bukan tanpa sengaja. Fida bersama dua kawannya baru saja menampilkan kreasi seni dengan media tubuh. Cat air dioleskan ke tangan atau kaki, lantas disapukan ke media kain berukuran 6x4 meter. Terkadang cat air ditumpahkan di atas kain, lantas mereka meluncur di atasnya. Jadilah gambar abstrak perpaduan dari beragam cat air.

    “Rasanya seru. Saya baru kali ini membuat lukisan dengan media tubuh,” ujarnya seusai melukis, Ahad, 14 April 2013. Siswi sekolah menengah kejuruan IX Surakarta jurusan Desain Komunikasi Visual ini terbiasa berkreasi memakai kuas.

    Rekan Fida, Soni Arendra Fardian, 23 tahun, mengatakan aksi mereka bisa dibilang gila. Sebab mereka menggunakan media tubuh untuk melukis. “Kami mengganti kuas dengan tubuh,” kata pegiat School of Painting Solo ini.

    Sama seperti Fida, seusai melukis penampilannya tidak karuan. Kedua tangan dan kakinya tertutup cat. Kaos hijau muda lengan panjang tampak hitam, warna yang terbentuk dari campuran berbagai warna.

    Soni mengaku baru kali ini melukis dengan cara itu. Dia ingin menunjukkan seni lukis tidak harus memakai kuas dan duduk manis di depan kanvas. “Kami ingin mengekspresikan diri dan melakukannnya di ruang terbuka,” ujarnya. Hasil lukisan lantas disimpan sebagai dokumentasi.

    Melukis selama sekitar dua jam itu menghabiskan 4 liter cat berbagai warna seperti merah, kuning, hijau, dan hitam.  Cat berada dalam empat botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter dan belasan bekas air minum dalam kemasan. “Meski abstrak, dia mengatakan tema besar karya mereka adalah anak muda yang mengeluarkan emosi,” kata dia. “Maksudnya, mereka tidak ingin terikat pada aturan dan kebiasaan dalam melukis.”

    Justru dengan aksi melukis di ruang terbuka dan memakai media tubuh akan semakin mengangkat seni lukis di masyarakat.  Seni lukis terbukti bisa dilakukan dengan cara menyenangkan. “Saya senang bisa melukis dengan tubuh. Tapi kesulitannya nanti harus repot membersihkan diri, terutama membersihkan cat di rambut,” ujar Fida.

    UKKY PRIMARTANTYO


    Berita Terhangat

    Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan Lion Air di Bali

    Mega: Saya Memang Sudah Sepuh, tapi.... 

    Venna Melinda Blak-blakan Soal Perceraiannya 

    Ghozali, Pilot Senior Lion Air yang Jatuh di Bali


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.