Tak Bisa Imam Salat, Eyang Subur Belum Tentu Sesat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eyang Subur

    Eyang Subur

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Eyang Subur menilai kliennya tidak bisa dinilai sesat hanya karena tidak bisa menjadi imam salat dan tak bisa melafalkan adzan. "Itu tidak bisa menjadi alat ukur seseorang bisa dikatakan sesat atau tidak," kata Ramdan Alamsyah, pengacara Eyang Subur, Kamis, 11 April 2013.

    "Yang namanya salat, adzan itu urusan Eyang sama Tuhannya. Apakah itu bukti? Misalnya nggak bisa ngaji apa bisa dibilang sesat juga?" kata Ramdan.

    Ramdan menegaskan bahwa perseteruan antara Adi Bing Slamet dan Eyang Subur adalah masalah hubungan antar manusia, bukan soal relasi seseorang dengan Tuhan.

    "Adi ini bukan hakim. Apakah anda misalnya, mau dipaksa salat di depan saya?" kata Ramdan lagi, membela posisi kliennya. Dia menegaskan Eyang Subur siap membuktikan dirinya tak punya niat jahat pada siapapun. "Tolong jangan dipelintir. Kami tidak takut, tidak salah," katanya lagi.

    NANDA HADIYANTI

    Topik terpopuler:

    Sprindik KPK
    | Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo |Nasib Anas

    Berita lainnya:
    Kisah 'Memalukan' Persibo Bojonegoro di Hong Kong 

    Video 'Damai' di Bea Cukai Bali Muncul di YouTube 

    Cucu Soeharto Segera Diadili

    Usai Diperiksa KPK, Konsultan Pajak Kecebur Got 

    'Janganlah Sedikit-sedikit Pak Ahok'  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.