Victoria Secret Putus Kontrak Miranda Kerr  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model Miranda Kerr dianggap memiliki tulang pipi terindah oleh 53 persen responden yang berjenis kelamin pria. Stylemetropolis.com

    Model Miranda Kerr dianggap memiliki tulang pipi terindah oleh 53 persen responden yang berjenis kelamin pria. Stylemetropolis.com

    TEMPO.CO, Los Angeles - Miranda Kerr tampaknya segera meletakkan sayap bidadarinya. Label pakaian dalam Victoria Secret dikabarkan tidak memperpanjang kontrak Kerr yang senilai US$ 1 juta (setara Rp 960 juta). Padahal, Kerr merupakan salah satu bidadari Victoria Secret yang wajahnya paling mudah dikenali.

    Kabar yang beredar mengatakan diberhentikannya Kerr sebagai model Victoria Secret karena kelakuannya yang terlalu diva. "Dia menyulitkan saat pemotretan dan pertunjukan. Dia sering tidak tepat waktu. Dia tidak dekat dengan gadis-gadis yang lain," ujar seorang sumber kepada People, Rabu, 10 April 2013.

    Meski begitu, sumber lain meyakini bahwa putusnya kontrak Kerr bukan karena kelakuannya. "Ini benar-benar masalah kontrak. Dia akan tampil pada pertenjukan berikutnya, tapi masih belum jelas apakah dia akan ada dalam promo terbaru. Tapi dia benar-benar salah satu model yang sangat populer dan banyak diinginkan," si sumber menambahkan.

    Pihak Victoria Secret sendiri memberikan pernyataan melalui kepala pemasarannya, Ed Razek. Dalam pernyataan tertulisnya, Razek menyebutkan Kerr adalah salah satu model terbaik dalam sejarah bisnis itu dan juga populer.

    "Dia juga seorang profesional. Rumor yang menyebutkan sebaliknya adalah sangat tidak benar. Namun, karier internasionalnya membuatnya jauh dari kami. Tapi dia akan selalu jadi bidadari bagiku. Kenyataannya, aku sudah mengundang dia untuk tampil terakhir kalinya tahun ini, dia sudah setuju," ujarnya.

    DEWI RETNO

    Berita Lain:


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.