Happy Salma Pentaskan Lakon Monolog 'Inggit'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Happy Salma. ANTARA/Teresia May

    Happy Salma. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Happy Salma kembali mementaskan lakon monolog Inggit di Bale Rumawat Universitas Padjadjaran, Bandung, pada Rabu, 10 April 2013. Pementasan digelar dua kali, yaitu sore dan malam hari itu, gratis alias tidak dipungut biaya.

    Sutradara Wawan Sofwan mengatakan, pementasan kali ini sengaja dilakukan di panggung kecil seluas 24 meter persegi. Pilihan itu untuk pertama kalinya dilakukan setelah tiga kali pementasan di arena yang cukup luas. "Supaya pertunjukannya lebih intim sehingga Happy seperti sedang mengobrol dengan penonton," ujarnya di sela latihan di Bandung kepada Tempo, Selasa, 9 April 2013.

    Menurut Wawan, secara umum tidak banyak perubahan untuk pementasan ke-4 kalinya ini. Lama monolog Happy masih sekitar 1,5 jam dengan alur kilas masa lalu. Ranjang pun tetap dipakai di panggung, tetapi kursi ruang tamu hanya dipakai satu. "Penambahan sedikit naskah ada di bagian pengantar monolog," kata Wawan.

    Lakon Inggit berkisah tentang perjalanan hidup Inggit Ganarsih selama mendampingi proklamator Soekarno. Setelah pementasan perdananya di kampus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung pada Desember 2011 lalu, monolog tersebut dipentaskan di Selasar Sunaryo, Salihara, dan selanjutnya dari Bandung ke kampus Universitas Indonesia.

    Panitia acara dari Bale Rumawat Unpad, Gugun, mengatakan pihaknya menyiapkan layar lebar di luar gedung berkapasitas 100 orang itu jika penonton membludak. Layar itu hanya dipasang untuk pertunjukan pada Rabu malam.

    ANWAR SISWADI


    Topik Terhangat Tempo:

    Penguasa Demokrat
    || Agus Martowardojo || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

    Baca juga:
    Cara Agar 'Nyambung' dengan Mertua

    Cerai tapi Serumah, Mental Anak Perlu Disiapkan

    Pembuatan Vaksin Demam Berdarah Masih Terkendala

    Label Makanan Organik Kecoh Konsumen


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.