Finding Srimulat Tak Akan Selesai tanpa Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri ke kanan) Empat bintang film Finding Srimulat Jujuk, Gogon, Reza Rahardian dan Rianti Cartwright menghadiri peluncuran buku

    (dari kiri ke kanan) Empat bintang film Finding Srimulat Jujuk, Gogon, Reza Rahardian dan Rianti Cartwright menghadiri peluncuran buku"Finding Srimulat" di toko buku Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu, (23/3). ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara film Finding Srimulat Charles Gozali rupanya punya kenangan mengenai mantan Wali Kota Solo Joko Widodo. Menurut dia, film yang digarapnya tak akan selesai jika tak ada pria yang sekarang menjabat Gubernur DKI Jakarta itu. “Saya benar-benar terima kasih sekali kepada Pak Jokowi dan jajarannya selama proses syuting film ini,” ujarnya kepada Tempo, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

    Selain ikutnya Jokowi sebagai kameo dalam film itu, ada salah satu bantuan tak terlupakan ketika pelaksanaan syuting itu, yaitu ketika para kru film menjalankan syuting di Stasiun Balapan Solo. Syuting yang mencapai tiga hari itu benar-benar menggunakan banyak figuran untuk meramaikan pengambilan gambar. Maklum saja, gambar yang diambil saat adegan itu mirip dengan flash mob. Hampir semua orang di stasiun itu menari dan bernyanyi diiringi lagu Lenggang Puspita karya Guruh Soekarno Putra.

    Charles bercerita pada hari pertama syuting di stasiun bersejarah itu hanya terdapat 100 figuran yang ikut dalam pembuatan film. Walaupun begitu, kesemrawutan para calon penumpang kereta api sudah mulai terlihat. Karena kesemrawutan itu, Kepala Pengawas Stasiun Balapan yang berlokasi di Yogyakarta sudah mewanti-wanti Charles dan kru agar tidak membuat kemacetan manusia pada syuting berikutnya.

    "Enggak disangka, ternyata syuting hari kedua, figurannya bertambah jadi 200 orang," kata Charles yang mengaku bingung saat itu. Figuran-figuran yang hanya dibayar dengan makan dan minum saja itu membuat kemacetan manusia lebih banyak daripada di hari pertama.

    Mendengar kesemrawutan manusia kembali terjadi pada hari kedua, kata Charles, kepala pengawas stasiun yang berada di Yogyakarta berniat secara langsung datang dari Yogya ke Solo untuk menghentikan jalannya syuting pada hari ketiga. Charles pun tambah panik, selain mendapat kabar akan diberhentikan syutingnya, figurannya yang ikut pun membeludak menjadi 500 orang pada hari ketiga di stasiun itu.

    Saat itu dia berpikir syutingnya akan dibubarkan. Charles pun bertanya kepada salah satu rekannya. Bagaimana kelanjutan pemberhentian syuting mereka? "Kata teman saya 'coba tengok ke belakang'. Enggak jadi karena ada beliau," kata Carles. Ternyata, Jokowi saat itu sedang melihat aksi syuting dari layar yang biasa dilihat oleh sutradara.

    Charles pun kembali kaget. Menurutnya, Jokowi datang tanpa ada kabar berita sebelumnya. Sebagai orang nomor satu di Kota Solo saat itu pun ia hanya datang dengan satu ajudan dan memang sengaja mau melihat kegiatan syuting para kru Finding Srimulat. "Dia benar-benar hanya pengen tahu gimana syuting kami. Lalu saya baru ngeh, karena ini kepala pengawas stasiun segan berhentiin kami," kata Charles, mengenang kejadian pada 2011 itu.

    MITRA TARIGAN

    Berita lainnya:
    Investigasi TNI AD Dinilai Penuh Rekayasa
    Profil Grup 2 Kopassus, Penyerang LP Cebongan
    SBY Bilang Pelaku Penyerangan LP Cebongan Kesatria
    Wiranto: Pengungkapan Kasus Cebongan Cukup 1 Hari


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.