Alasan Denny Sumargo Hindari Dj Verny  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DJ Verny. TEMPO/Nanda Hadiyanti

    DJ Verny. TEMPO/Nanda Hadiyanti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum membeberkan kehamilannya, Verny sempat menunggu niat baik dari Denny Sumargo untuk bertanggung jawab. Saat mengetahui kehamilannya, Verny langsung meminta pertanggung jawaban. Namun, saat itu Denny beralasan ibunya sakit dan ingin fokus pada kesehatan sang ibu.

    "Awalnya dia tidak mau bertanggung jawab dengan alasan mamanya sakit keras. Tapi ternyata mamanya tidak sakit keras," kata Verny di Komnas Perempuan, Jakarta, Kamis, 4 April 2013. Saat itu Verny masih berpikiran baik untuk menahan diri. Ia tidak ingin orang tua Denny semakin meurun kondisi kesehatannya.

    Perempuan yang berprofesi sebagai disc jockey ini mengungkapkan kalau pemain film 5 CM itu selalu mengelak. "Waktu itu Denny bilang, kalau seandainya mama aku tahu (soal kehamilan Verny), yang ada mama semakin parah sakitnya," kata Verny.

    Menurut dia, Denny memiliki banyak alasan untuk menghindar. "Dengan beribu ribu alasan. Dia bilang ke luar kota, sibuk, atau apalah," kata Verny menjelaskan.

    Alasan Denny yang lain menurut Verny, kalau mantan pebasket nasional itu telah memiliki calon istri. "Dia jawab dengan seenaknya, 'sebelum nikah aku memang mau main-main dulu, setelah nikah aku akan buang semuanya'," kata Verny bercerita.

    Setelah mengetahui sikap asli pria yang pernah digosipkan dekat dengan Agnes Monica dan Dewi Sandra ini, Verny sudah tidak memiliki rasa hormatnya lagi. Terlebih saat Denny memintanya untuk menggugurkan bayi yang sedang dikandungnya.

    NANDA HADIYANTI

    Berita Lain:
    Koleksi Terbaru Ivan Gunawan untuk Pernikahan
    Dj Verny Hamil, Pebasket Denny Sumargo Tak Mengaku
    Opera Kendedes Dipentaskan di Surabaya
    Bertengkar, Richie Sambora Batal Ikut Tur Bon Jovi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.