Figuran di Film Finding Srimulat Tak Dapat Duit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri ke kanan) Empat bintang film Finding Srimulat Jujuk, Gogon, Reza Rahardian dan Rianti Cartwright menghadiri peluncuran buku

    (dari kiri ke kanan) Empat bintang film Finding Srimulat Jujuk, Gogon, Reza Rahardian dan Rianti Cartwright menghadiri peluncuran buku"Finding Srimulat" di toko buku Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu, (23/3). ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara Charles Gozali mengatakan karya terbarunya, film Finding Srimulat, adalah sebuah karya bersama, bukan hanya karya dia seorang.

    Hal itu dikatakannya karena film yang mengisahkan berkumpulnya para Srimulat ini sangat memerlukan banyak figuran yang juga memberikan banyak kontribusi dalam film ini walau tidak dibayar dengan uang. "Ini benar-benar bukan karya saya saja, namun karya bersama," kata Charles di konferensi pers Finding Srimulat di Plaza Senayan pada Selasa 2 April 2013.

    Charles mengatakan, film ketiganya ini menghadirkan banyak sekali pemain figuran. Misal pada saat pemeran utama, Reza Rahadian dan Rianti Cartwright, bermain sepeda di wilayah Sudirman dan sekitarnya, mereka dibantu oleh para penggemar sepeda.

    "Waktu main sepeda itu, kami dibantu oleh komunitas sepeda. Mereka kami minta puterin Semanggi- Bunderan HI sampai tiga kali," kata Charles antuasias. Komunitas yang berjumlah ratusan itu, rela membantu film yang dibuat selama tiga tahun ini walau hanya dibayar oleh susu dan makanan ringan saja.

    Hal itu pula terjadi ketika adegan yang melibatkan ratusan orang di Stasiun Balapan, Solo. Menurut Charles, syuting di stasiun legendaris Solo itu berlangsung selama tiga hari. Di stasiun itu, ada adegan seperti Flash Mob dimana para calon penumpang menari dan bernyanyi bersama diiringi lagu 'Lenggang Puspita'.

    Adegan yang terlihat seperti pesta rakyat di stasiun pun pada hari pertama, hanya melibatkan 100 orang saja. Namun pada hari kedua, jumlahya bertambah menjadi 200 orang. "Pada hari ketiga, jumlahnya jadi 500 orang. Dan mereka hanya dibayar makan-minum saja," kata Charles. Ia pun berterima kasih atas dukungan berbagai orang atas pembuatan filmnya itu.

    MITRA TARIGAN

    Berita terpopuler lainnya:
    'Postingan Idjon Djanbi Tak Bisa Dipertanggungjawabkan' 

    Pati, Kota Seribu Paranormal

    6 Miliarder Dunia, Hidup Mewah Tanpa Bekerja

    Gara-gara Dahlan Iskan, Dirut RNI Diusir DPR


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.