Adi Bing Slamet Akan Laporkan Kasusnya ke SBY

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adi Bing Slamet di Polda Metro Jaya, Senin (1/4). TEMPO/Nanda Hadiyanti

    Adi Bing Slamet di Polda Metro Jaya, Senin (1/4). TEMPO/Nanda Hadiyanti

    TEMPO.CO, Jakarta - Adi Bing Slamet kukuh untuk membawa perseteruannya dengan Eyang Subur ke jalur hukum. Hari ini, Senin 1 April 2013, Adi mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta untuk mendapatkan pengarahan dari pihak berwajib. Adi mengaku akan membawa kasusnya ini kepada ahlinya, termasuk akan dibawa pada Presiden Republik Indonesia.

    "Mungkin sampai ke presiden saya akan laporkan," kata Adi ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 1 April 2013. Dengan dilibatkannya orang yang ahli di bidangnya ia berharap kasusnya ini tidak keluar dari jalur.

    Dengan berlanjutnya kasus ini Adi berharap dapat memberi dampak positif, terlebih di bidang akidah dan agama. "Saya ingin supaya nggak ada korban lagi dan membenarkan akidah, itu yang utama," kata Adi menjelaskan.

    Adi kembali menegaskan, bahwa semua kegiatan Subur dan yang diajarkan kepada Adi dan murid-muridnya yg sudah keluar adalah menyimpang. "Saya bukan berarti pengen benar dalam masalah ini, tapi apa yang diajarkan ke saya dan muridnya yang sudah keluar, keluar dari akidah, menyimpang banget," tambahnya.

    Adi sampai saat ini masih mengumpulkan bukti dan juga kekuatan untuk melaporkan kasusnya. Ia dan kelompoknya tidak ingin kasusnya prematur. "Pengen kita kuatin," kata Adi menambahkan.

    NANDA HADIYANTI

    Berita terpopuler lainnya:
    Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi 
    Kronologi Idjon Djambi Perlu Dikonfrontasikan 

    Pelaku Penyerangan Penjara Sleman Mulai Terkuak

    Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Jakarta 

    Malam Jahanam di Cebongan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.