Pemutaran Perdana 'GI Joe: Retaliation' Sukses  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film GI Joe: Retaliation (Foto: Screenrent.com)

    Film GI Joe: Retaliation (Foto: Screenrent.com)

    TEMPO.CO, Los Angeles - Setelah sembiilan bulan mengalami pengunduran jadwal pemutaran, film "G.I. Joe: Retaliation" tetap mampu menguasai jajaran film terlaris. Film yang baru diputar perdana, Rabu 28 Maret 2013 itu mampu meraup pendapatan domestik US$ 51,7 juta sampai dengan Ahad 31 Maret 2013.

    Film aksi yang dibintangi oleh Dwayne "The Rock" Johnson, Bruce Willis dan Channing Tatum meraih US$ 41,2 juta di akhir pekan sendiri. Sedangkan pendapatan secara internasional, film yang bercerita tentang prajurit mainan yang menjadi nyata ini, meraih pendaptan sebesar US$80,3 juta. Penghasilan ini membuat "Retaliation" meraih film dengan pendapatan awal tertinggi tahun ini.

    Paramount sengaja memundurkan jadwal pemutaran perdana film ini yang seharusnya Juni tahun lalu dengan alasan untuk mengkonversinya ke bentuk 3 Dimensi. Keputusan untuk menunda pemutaran ini dikarenakan saat itu film Paramount yang lain Battleship gagal di pasaran.

    "Itu benar-benar mempengaruhi keputusan penundaan. Sebab kalau dua film itu jadi diluncurkan bersamaan, orang akan selalu mengingat hasil yang terbutuk," ujar Don Harris, kepala distribusi Paramount.

    Keberhasilan "Retaliation" menduduki puncak film terlaris sekaligus mendongkel "The Crods". Film keluaran DreamWorks Animation dan 20th Century Fox hanya mampu meraih US$26,5 juta di minggu kedua pemutarannya. Film animasi ini bercerita tentang sebuah keluarga di jaman purbakala yang mencari gua baru sebagai rumah mereka. Pengisi suara film ini adalah Nicolas Cage, Emma Stone dan Catherine Keener

    MOVIEFONE | DEWI RETNO

    Berita terpopuler lainnya:
    Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi 
    Kronologi Idjon Djambi Perlu Dikonfrontasikan 

    Pelaku Penyerangan Penjara Sleman Mulai Terkuak

    Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Jakarta 

    Malam Jahanam di Cebongan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.