Dua Guru Spiritual Ratna Listy

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta -Presenter Ratna Listy mengaku memiliki guru spiritual, tidak tanggung-tanggung dia memiliki dua guru yang berbeda. Menurutnya sah-sah saja jika seseorang memiliki guru spirtual lebih dari satu. Dia mengibaratkan seperti orang yang mengambil mata kuliah di sebuah universitas.

    Sejak 2002, Ratna berguru pada Emil Ibrahim yang juga dikenal sebagai seorang dokter. Menurut Ratna, Emil menggunakan pengajar dan penyembuhan dari metode inti reiki.

    Sedangkan guru spiritual Ratna yang kedua adalah Rico Sanjaya, menggunakan metode metafisika dan menggunakan zikir. menurutnya, lewat zikir bisa memindahkan energi dari Allah sehingga bisa menyembuhkan.

    "Ibarat mata kuliah, saya mengambil dua mata kuliah yang berbeda," kata Ratna.

    Awalnya Ratna ingin melatih kesabaran dan mengontrol emosinya dengan mengikuti dua ajaran guru spiritualnya itu. Tapi kini, dia justru juga ahli menggunakan kedua metode tersebut dan bisa membantu menyembuhkan orang lain.

    Sebelum memilih dua gurunya itu, Ratna terlebih dulu mencari tahu latar belakangnya. Dia tidak ingin sembarangan dalam menuntut ilmu. "Aku mencari yang selaras dengan agama. kalau Pak Rico itu menggunakan reiki, sedangkan Pak Emil memakai energi, bacaan zikir dari Al Quran. Itukan selaras dengan agama," kata ibu dua anak ini. (Baca EDISI KHUSUS: Guru Spiritual Seleb)

    ALIA FATHIYAH

    Baca juga
    KLB Demokrat Dipastikan Aklamasi
    Jelang KLB, Ketua DPD Demokrat Temui SBY

    SBY Ketua Umum, Konflik di Demokrat Selesai

    Anas di Bali, tapi untuk Berlibur

    Topik terhangat:Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Krisis Bawang | Harta Djoko Susilo Nasib Anas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.