Eyang Sigit: Enggak Perlu Komentari Tuduhan Adi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eyang Sigit. TEMPO/Nanda Hadiyanti

    Eyang Sigit. TEMPO/Nanda Hadiyanti

    TEMPO.CO, Jakarta -Juru Bicara paranormal eyang Subur, Eyang Sigit terlihat sangat bersahaja. Mengenakan baju koko berwarna coklat, kopiyah putih dan sarung, pria tadi mengaku jauh-jauh dari Salatiga, untuk menjelaskan masalah tudingan selebritas Adi Bing Slamet. "Enggak perlu eyang yang ngomong, buat apa ada muridnya, saya, yang dipanggil eyang Sigit," katanya. Ia berani memberikan kesaksian apapun terkait tudingan Adi Bing Slamet kepada eyang Subur.

    Menurut Sigit, tak ada yang perlu dijelaskan lagi dari kasus ini. Ia menganggapnya sebagai pepesan kosong. Eyang Subur, kata dia, sudah tak memikirkan perkara dunia seperti in. Itu sebabnya Subur tak perlu berbicara di depan umum. Eyang Sigit meminta Adi Bing Slamet membawa kasus ini ke kepolisian agar cepat bisa dibuktikan kebenaran dari tuduhannya itu.

    Kalau kasus ini tidak juga menemui titik terang, eyang Sigit ingin menyelesaikan kasus ini. Ia juga mendoakan agar eyang Subur dimuliakan, akibat dituduh berbuat sesat oleh Adi. Menurutnya, kasus Adi dan eyang Subur hanya satu kasus kecil yang seharusnya tidak dibesar-besarkan. "Nanti semua akan berbalik," kata eyang Sigit menanggapi tudingan-tudingan Adi Bing Slamet, mantan murid eyang Subur, yang pernah berguru sejak tahun 1995 lalu.

    Adi Bing Slamet  sebelumnya tak tanggung-tanggung membeberkan rahasia Eyang Subur. Ia bersama mantan pengikut Eyang Subur lainnya menuduhkan sejumlah aib dan kejahatan pria yang disinyalir melakukan ajaran sesat. Menurut Adi, banyak tingkah lakunya yang tidak wajar dan di luar logika

    NANDA HADIYANTI

    Baca juga
    EDISI KHUSUS: Guru Spiritual Seleb
    KLB Demokrat Dipastikan Aklamasi
    Jelang KLB, Ketua DPD Demokrat Temui SBY

    SBY Ketua Umum, Konflik di Demokrat Selesai

    Anas di Bali, tapi untuk Berlibur

    Topik terhangat:Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Krisis Bawang | Harta Djoko Susilo Nasib Anas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.