Trauma Mendalam Gwyneth Paltrow

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gwyneth Paltrow. REUTERS/Danny Moloshok

    Gwyneth Paltrow. REUTERS/Danny Moloshok

    TEMPO.CO, London - Gwyneth Paltrow mungkin sudah memiliki kehidupan yang sempurna. Ia merupakan penulis kolom gaya hidup untuk Goop; seorang istri dari vokalis Coldplay, sebuah band terkenal, Chris Martin; juga sahabat salah satu selebritas paling terkenal dan berpengaruh di seluruh dunia, Beyonce Knowles. Namun, siapa sangka kalau ibu dari Apple dan Moses ini, menyimpan rasa hancur akibat keguguran yang pernah ia alami.

    Dalam sebuah wawancara dengan The Mail, Ahad, 17 Maret 2013, Paltrow membuka rahasia mengenai keguguran yang pernah ia alami beberapa tahun lalu. Hal itu pulalah yang membuat ia bingung memutuskan untuk memiliki anak lagi atau tidak. "Anak-anakku memintaku untuk memiliki bayi," ujarnya. "Dan sebenarnya aku bisa punya satu lagi. Aku menginginkan yang ketiga. Aku memikirkan hal itu."

    Namun sayangnya, menurut Paltrow, ia mendapatkan pengalaman buruk saat kehamilan ketiganya. "(Kehamilan) itu tidak berjalan baik dan aku hampir mati. Jadi, aku seperti, "apakah kita cukup sampai di sini atau kembali dan mencoba lagi?" ujarnya.

    Saat ini Paltrow berusia 40 tahun. Bersama suaminya, ia merasa telah melakukan yang terbaik untuk kedua anaknya. Mereka berdua, ujarnya, berkomitmen untuk menjadi pasangan orang tua yang membuat keputusan bersama dan bergantung satu sama lain untuk saling mendukung. "(Chris) sangat baik kepada anak-anak. Dan ketika kita mengetahui kalau telah memiliki anak-anak dengan pria yang hebat itu, seperti bisa melalui segalanya dengan ringan. Terlepas dari apa yang terjadi di pernikahan kami," ujarnya.

    USMAGAZINE | DEWI RETNO

    Berita Lain:
    J-Rocks: Korupsi Suburkan Premanisme 
    Rilis Album Baru, J-Rocks Tour ke Jepang 
    J-Rocks Minta Jokowi Buat Woodstock ala Indonesia 
    Simple Plan Belajar Nyanyi Iwak Peyek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.