Setelah Oz, Disney Filmkan Beauty and The Beast  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walt Disney. cinemamente.com

    Walt Disney. cinemamente.com

    TEMPO.CO, Hollywood - Setelah sukses memfilmkan kartun Oz: The Great and Powerful, Walt Disney Studio berencana membuat film favorit anak-anak, Beauty and The Beast. Film ini akan diangkat dalam film hidup, bukan kartun di layar lebar.

    Perusahaan pembuat film ini tengah membicarakan interpretasi film animasi klasik itu menjadi film nyata. Rencananya, judul kartun legendaris ini akan diubah menjadi The Beast. Studio masih bernegosiasi untuk merekrut Joe Ahearne sebagai penulis naskah The Beast. "Kemungkinan akan difilmkan lebih hidup dan dalam teknologi seperti tiga dimensi (3D),” demikian Deadline.com melaporkan.

    Joe Ahearne adalah penulis naskah thriller Trance. Selain Joe, film ini rencananya juga akan melibatkan David Hoberman, Todd Lieberman, serta Lou Anne Brickhouse, yang akan mengarahkan proyek film ini.

    Walt Disney diperkirakan akan mengucurkan dana US$ 150 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun untuk film ini. Jumlah yang sama digelontorkan untuk film Oz: The Great and Powerfull.

    Selain Oz dan The Beast, Disney juga bakal memfilmkan cerita Sleeping Beauty dengan bintang Angelina Jolie sebagai ratu jahat tahun depan.

    Film hasil reka ulang cerita anak-anak namun dalam versi dewasa ini rupanya cukup mewarnai bioskop dan menangguk dolar. Film Oz: The Great and Powerful, misalnya, mengeruk pendapatan hingga US$ 80 juta. Sedangkan Alice in Wonderland meraup sampai US$ 334 juta.

    Sayangnya, tidak semua film yang diangkat dari dongeng anak berhasil. Film Jack the Giant Slayer dan Hansel and Gretel: Witch Hunters, misalnya. Sejak dirilis Januari, Hansel baru memperoleh pendapatan US$ 54 juta, sementara Jack baru meraup US$ 43 juta.

    HUFFINGTONPOST| GUARDIAN | DIAN YULIASTUTI

    Berita Terpopuler:
    Bambang Soesatyo Ungkap Pertemuan dengan Djoko

    Barcelona Balas Milan Dua Kali Lipat

    Prabowo: Negara Ini Sedang Sakit

    Yudhoyono Larang Ketua Demokrat Maju Pilpres

    Geng Irene 'Kill Bill' Nyaris Bentrok di Tangerang


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.