Jokowi Pelajari Manajemen Artis K-Pop  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ikut menyaksikan konser Music Bank Jakarta di Gelora Bung Karno, Senayan. Bukan hanya hadir sebagai tamu undangan, lelaki yang kerap disapa Jokowi ini juga mempelajari manajemen artis-artis asal Korea. "Saya ingin melihat manajemen Suju seperti apa. Seperti apa mereka menyiapkan K-Pop ini," kata Jokowi saat menghadiri Music Bank di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 9 Maret 2013.

    Berpuluh tahun sebelum ini, menurut Jokowi, mereka telah menyiapkan ini hingga sekarang bisa menjadi sebuah tren. Perlu dipelajari kalau memang baik untuk ditiru. "Hal ini baik karena ini mendatangkan income devisa yang baik di Korea," kata Jokowi. Jokowi menyaksikan pergelaran musik itu hingga selesai.

    Konser musik itu digelar untuk memperingati 40 tahun hubungan Indonesia dan Korea Selatan. Jokowi hadir sebagai tamu undangan dan datang bersama anak-anaknya.

    Music Bank Jakarta adalah konser spesial yang menghadirkan delapan artis Korea dan dua artis Indonesia. Music Bank menjadi program musik di korea yang tayang mingguan di stasiun KBS. Tayangan Music Bank Jakarta secara langsung disiarkan langsung di 72 negara melalui KBS World Channel.

    NANDA HADIYANTI

    Berita Popuker:
    X Factor, Ahmad Dhani Ketinggalan Zaman

    X Factor, Yohana Tersingkir

    Harlem Shake ala Zaskia, Shireen Sungkar, Irwansyah

    Music Bank, K-popers Kecewa kepada Panitia

    X Factor, Anggun Gerah Lihat Penampilan Agus

    Jennifer Lawrence Pakai Gaun Desainer Jakarta

    Eunhyuk Ingin Belajar Bahasa Indonesia

    Silver Linnings Playbook, Kegilaan yang Manis

    Music Bank, Eru dan Hyorin Nyanyi 'Kemesraan'



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.