Anggur Brad Pitt-Jolie Habis Terjual dalam 5 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brad Pitt dan Angelina Jolie saat check-in di sebuah hotel menggunakan nama Bryce dan Jasmine Pilaf. Etonline.com

    Brad Pitt dan Angelina Jolie saat check-in di sebuah hotel menggunakan nama Bryce dan Jasmine Pilaf. Etonline.com

    TEMPO.CO, Los Angeles - Bisnis baru pasangan Brad Pitt-Angelina Jolie,  wine dengan merek sendiri, mencatat fenomena tersendiri. Dalam lima jam pertama setelah diluncurkan, 6.000 botol yang merupakan produk perdana mereka, ludes terjual.

    Juru bicara rekanan bisnis pasangan ini, Marc Perrin, mengkonfirmasi Miraval Rose 2012, yang diproduksi di lahan anggur milik mereka di Miraval Chateau di Prancis, mencapai hit tertinggi dalam penjualan secara online pada Kamis.

    Anggur itu dijual seharga US$ 139 per enam botol. Pada tiap botolnya menampilkan stiker bertulis "dibotolkan oleh Jolie-Pitt dan Perrin". Stok yang tersisa dari produksi pertama mereka akan tersedia di restoran dan toko-toko minuman akhir bulan ini.

    "Mereka memastikan hanya membuat wine Provence terbaik," kata Perrin kepada Decanter.com bulan lalu, saat mengumumkan anggur produksi mereka.

    Pitt dan Jolie mulai menyewa Miraval Chateau di Correns, Prancis selatan, sekitar empat tahun yang lalu dan kemudian membeli properti, yang ditanami anggur seluas sekitar 148 hektare, di dekatnya.

    Anggur Miraval populer setelah band rock asal Inggris, Pink Floyd, merekam album mereka, The Wall, pada 1979 di sebuah studio di perkebunan anggur di Prancis.

    Wine bukan bisnis baru bagi pasangan ini. Pitt tahun lalu meluncurkan koleksi furnitur high-end yang desainnya dibuatnya bersama desainer Frank Pollaro. Ia juga bekerja dengan arsitek untuk menciptakan perumahan berkualitas dengan harga terjangkau bagi para korban badai Katrina di New Orleans.

    CONTACT MUSIC | TRIP B



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.