Penghormatan Java Jazz untuk Elfa Secioria  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elfa Secioria Hasbullah. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Elfa Secioria Hasbullah. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Java Jazz menampilkan sebuah panggung penghargaan untuk Elfa Secioria. "Malam ini kita dedikasikan untuk abang (Elfa)," kata Monita Tahalea, salah seorang pengisi acara penghargaan itu, dalam Java Jazz Festival 2013, Sabtu, 2 Maret 2013, di Kemayoran, Jakarta.

    Selain Monita, masih ada tiga penyanyi lain yang menyanyikan lagu-lagu untuk musikus yang wafat dua tahun lalu itu. Mereka adalah Yassovi, Jemima, dan Netta.

    Setiap penyanyi melantunkan dua buah lagu karya Elfa. Monita menyanyikan Kata Hatiku dan Selamat Datang Cinta. Kemudian Jemima menyanyikan Bernyanyi Kita dan Benang-benang Asmara.

    Kemudian Yassovi membawakan lagu Belaian Sayang serta Kusadari (Masih Ada). Dan yang terakhir, Netta, menyanyikan Alika Sahabat Tersayang dan Andai Aku Besar Nanti. Untuk penutupnya, Netta, berkolaborasi dengan Monita dan Jemima, menyanyikan lagu Pesta.

    Dalam tiga hari di festival akbar jazz itu, diadakan tiga buah tribute untuk beberapa musikus yang melegenda. Selain Elfa Secioria, pada hari pertama, penyanyi Dinni Budiayu dan Jamaica Cafe membawakan alunan lagu yang dipersembahkan untuk Utha Likumahuwa.

    Selanjutnya, pada hari terakhir festival itu, Ahad, 3 Maret 2013, Ghea 'Idol' dan Dendy Mikes akan bernyanyi sebagai penghargaan untuk musikus legendaries Indonesia, Ismail Marzuki.

    MITRA TARIGAN

    Berita terpopuler lainnya:
    Ratusan Vila Berdiri di Taman Nasional
    VIDEO Kekerasan Densus 88 Beredar di Youtube

    Skenario Rasyid Lempar Kesalahan ke Sopir Luxio

    Slank: Fatin Jangan Buka Jilbab, Jangan Goyang

    Ramadhan: Anas Urbaningrum Sudah Tak Seperti Dulu

    SBY Disarankan Mundur Perlahan dari Demokrat

    Jenderal Sutiyoso Ditipu Tukang Reparasi Jam


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.