Hajar Bleh Big Band Hibur Penonton Java Jazz

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Jimmy Cliff tampil dalam Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (1/3). ANTARA/Rosa Panggabean

    Penyanyi Jimmy Cliff tampil dalam Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (1/3). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta--Sesuai namanya Hajar Bleh Big Band, kelompok musik ini memiliki banyak personil. "Namanya juga Big Band, makanya banyak," kata salah satu vocalis Hajar Bleh Big Band, Prully di Java Jazz Festival, Kemayoran, Jakarta pada Sabtu 2 Maret 2013.

    Mereka beranggotakan 16 orang. Terdapat diantaranya seorang keyboardis, seorang permain perkusi, beberapa pemain terompet pendek, dan terompet panjang. Ada pula beberapa pemain saxophone dan lima orang penyanyi, ditambah seorang konduktor.

    Penampilan mereka di panggung Masima Stage, Java Jazz pada Sabtu 2 Maret 2013 cukup unik. Panggung yang berada di lantai dasar gedung Jiexpo Kemayoran ini cukup sempit untuk kelompok musik yang berjumlah belasan orang itu.

    Sesak pun terlihat di panggung yang berukuran sekitar 3x7 m saat diisi oleh mereka. Panggung kecil dan penuh itu pun semakin terlihat penuh ketika para penonton yang berjumlah sekitar 70an orang menikmati musik kelompok itu.

    8 lagu yang mereka bawakan cukup membuat para penonton terhibur. Beberapa di antara penonton pun mulai berjoget pada lagu-lagu terakhir. Tak heran karena 3 lagu terakhir yang mereka bawakan adalah lagu yang cukup terkenal.

    3 lagu terakhir yang dimedley oleh kelompok ini adalah lagu yang sempat di populerkan oleh Earth Wind and Fire. Lagu itu adalah In the Stone, After The Love Has Gone, dan September. Mereka pun sempat menyanyikan barcelona karya Faris RM.

    Penuhnya panggung pun diakui kelompok musik itu. "Kami terima kasih ya karena sudah mengundang bedol desa," kata salah seorang penyanyi Hajar Bleh Big Band.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.