Mengenang Utha Likumahuwa di Java Jazz 2013  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Bagus Indahono

    TEMPO/Bagus Indahono

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu suguhan yang ditawarkan di ajang Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013 adalah sesi "Tribute to Utha Likumahuwa". Bertempat di panggung Djarum Lounge JIExpo Kemayoran Jakarta, Jumat, 1 Maret 2013, musikus Dinni Budiayu dan kelompok akapela Jamaica Cafe, mencoba mengajak penonton mengenang sang legenda jazz Indonesia itu.

    "Ini suatu kebanggaan kita bisa membawakan lagu-lagu seorang legenda Utha Likumahua," ujar salah satu personel Jamaica Cafe di atas panggung. Penonton pun memberikan tepuk tangan sebagai tanda penghormatan.

    Beberapa karya Utha yang ngetop di era 80an berkumandang di sana. Diantaranya, Esok Kan Masih Ada, Akira, dan Tersiksa Lagi. Sesi tersebut terasa sempurna dengan ditutup lewat lagu Puncak Asmara yang dibawakan Jamaica Cafe secara akapela.

    Dalam kesempatan itu juga, penyanyi Glenn Fredly memberikan sedikit testimoni melalui video rekaman yang diputar di layar. Dia memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk musikus yang meninggal pada September 2011 itu.

    Sama seperti tahun sebelumnya, Java Jazz kali ini berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, selama tiga hari, 1 sampai 3 Maret 2013. Sederet musikus lokal maupun mancanegara turut meramaikan perhelatan bergengsi itu.

    YAZIR FAROUK

    Baca juga:
    Harlem Shake dan Efek Kegilaannya

    X Factor, Anggun: Hidup Tidak Semulus Paha ChiBi

    Slank: Fatin Jangan Buka Jilbab, Jangan Goyang

    X Factor, Goyangan Fatin Dipuji Juri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.