Java Jazz, Seleb Inggris Dituding Kampanye Rokok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rokok. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi rokok. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, London - Tiga penyanyi asal Inggris dituduh telah melakukan kampanye merokok dengan menyetujui untuk tampil di Java Jazz Festival yang diadakan setiap tahun di Jakarta, Indonesia. Pasalnya, Java Jazz disponsori oleh salah satu perusahaan rokok besar, Djarum.

    Penyanyi peraih multiplatinum, Joss Stone, termasuk yang dipersoalkan. Joss akan tampil di Java Jazz Festival akhir pekan ini. Selain Stone, juga ada dua penyanyi besar lain, yaitu Craig David dan Lisa Stansfield di ajang musik jazz yang diharapkan menyedot 100 ribu penonton itu.

    Sponsor utama Java Jazz adalah Djarum, salah satu dari tiga perusahaan rokok terbesar di Indonesia.  Para aktivis pengendalian tembakau menuding kalau ketiga penyanyi itu diperalat untuk menarik perokok muda baru melalui acara musik kolosal itu.

    Craig, yang  bulan lalu menandatangani kontrak baru dengan perusahaan rekaman Universal serta akan mempersiapkan diri melakukan tur dunia, menolak disebut melakukan kampanye untuk perusahaan rokok. Dia mengaku masih menganut hidup sehat dan tidak merokok. Dia menilai lemahnya aturan pengendalian tembakau adalah masalah pemerintah Indonesia sendiri yang tidak ada sangkut paut dengan dirinya.

    Ketiga penyanyi Inggris itu sendiri diketahui tidak melakukan kontrak langsung dengan Djarum. Seorang juru bicara aktivis Tobacco Free Kids yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan."Tidak ada konsekuensi bagi seniman internasional yang mau tampil dari acara yang disponsori dari perusahaan rokok di Indonesia. Sebagian besar orang tidak sadar kalau hal ini terjadi di Indonesia."

    Amanda Sandford, manajer riset dari Action on Smoking and Health, mengatakan bahwa, "Selama beberapa dekade, perusahaan rokok memperomosikan merek mereka ke anak-anak muda yang mudah dipengaruhi. Banyak negara sudah melakukan pelarangan. Banyak pula industri ini yang memanfaatkan kurangnya regulasi, seperti yang terjadi di Indonesia," katanya.

    "Kami meminta para entertainers agar membuat komitmen publik untuk tidak menerima tawaran show dan membatalkan kontrak yang telah dilakukan," katanya.

    Indonesia merupakan salah satu negara peringkat tertinggi di dunia untuk perokok pria. Ada sekitar 63 sampai 66 persen laki-laki yang merokok. Dan sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan lebih dari 200 ribu orang per tahun meninggal akibat rokok di Indonesia. Berdasarkan riset di Indonesia tahun lalu, ditemukan lebih dari 400 ribu anak-anak telah merokok secara teratur.

    Pemerintah Indonesia sendiri dituduh telah mengabaikan undang-undang yang ada. Aturan tersebut mulai berlaku tahun depan. Isinya, membatasi perusahaan rokok untuk menjadi sponsor bagi acara musik dan olahraga.

    Di Indonesia pernah terjadi pembatalan konser internasional karena disponsori oleh perusahaan rokok. Pada 2010, konser Kelly Clarkson batal karena adanya Djarum sebagai sponsor. Para penggemar dan aktivis anti-tembakau melakukan protes. Lalu pada 2008, konser Alicia Keys nyaris batal karena adanya sponsor rokok. Namun, konser tetap berjalan setelah keterlibatan rokok dihapus di konser tersebut.

    INDENPENDENT.CO.UK | ALIA FATHIYAH

    Berita lain:
    Jadi Caleg, Arzeti Billbina Siap Tambah Repot 
    Blur Akan Tampil Dua Jam di Jakarta 
    Jennifer Aniston Segera Menikah Lagi
    Kontroversi Model Kulit Putih untuk Ratu Afrika


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.