Kontroversi Model Kulit Putih untuk Ratu Afrika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Majalah Numero, African Queen (Foto: Huffingtonpost)

    Majalah Numero, African Queen (Foto: Huffingtonpost)

    TEMPO.CO, Jakarta - Apa jadinya kalau sampul muka majalah dengan judul Ratu Afrika (African Queen), tapi modelnya seorang kulit putih. Itulah kontroversi yang dimulai majalah Numero untuk edisi Maret 2013. Majalah itu memuat perempuan berambut pirang, bermata biru tapi dirias sedemikian rupa menjadi perempuan berkulit hitam. Ondria Hardin, gadis 16 tahun ini, disulap menjadi ratu Afrika yang mengkilap lengkap dengan konde di atas kepala dan cincin eksotik.

    Penggunaan model tersebut menjadi sontak menjadi perbincangan dunia. Seorang model keturunan Afrika-Amerika mengungkapkan kekesalannya tentang sampul tersebut di harian jezebel: "Dapatkan aku melihat seorang gadis hitam berpose bak putri Skandinavia," ujar dia. Seorang blogger bernama foudre menulis komentar satirnya : "Mengapa sekarang harus memperkerjakan model hitam jika kamu bisa melakukannya dengan mengecat model putih."

    Fotografer Sebastian Kim, pengarah gaya majalah Numero untuk edisi Maret menyatakan bahwa apa yang Ia lakukan adalah hanya mencampurkan budaya. Bukan berniat diskriminasi berdasarkan warna kulit. Numero dalam surat elektroniknya pada situs huffingtonpost menjelaskan bahwa selalu mendukung kebebasan artistik fotografer berbakat mereka. Numero tak pernah terlibat dalam proses kreatif editorial

    Untuk edisi kemarin, Numero menyatakan bahwa tak ada niat untuk menyakiti sensitivitas pembacanya. Numero mempertimbangkan untuk menunjukkan promosi terhadap model dengan kulit yang beraneka warna. Seperti, untuk edisi berikutnya pada majalah Numero edisi pria, akan menggunakan model lelaki berkulit hitam Fernanco Cabral sebagai sampul muka. Begitu pula untuk Numero edisi Rusia saat ini, ada model berkulit hitam Naomi Campbell sebagai sampul muka.

    Semua itu menurut Numero merupakan bukti bahwa mereka berkomitmen untuk menghargai perbedaan, toleransi, dan nondiskriminasi. Tentang apa yang terjadi pada edisi Ratu Afrika, Numero menyatakan minta maaf kepada siapa saja yang merasa terluka dengan sampul muka tersebut.

    Situs dailybeast menulis bahwa ini bukan kali pertama Numero membuat kesalahan rasisme. Pada 2010, mereka menggunakan model kaukasia Constance Jablonski untuk mengambarkan seorang Ibu dari Afrika. Jablonski dipermak dengan muka hitam dengan menggendong bayi berkulit hitam di padang gandum.

    DIANING SARI

    Berita terpopuler lainnya:
    Anas Minta Amir Ungkap Gebrak Meja SBY di Cikeas 

    5 Alasan Mahfud Soal Kasus Hukum Anas Urbaningrum

    Djoko Susilo Ternyata Punya Istri Lain di Jakarta 

    Mahfud: Wajar Saya Simpati pada Anas Urbaningrum

    Mahar Djoko untuk Nikahi Dipta Layak Masuk MURI

    Bank Jabar Banten: Kami Cuma Korban Kredit Fiktif

    Bau Pencucian Uang di Mahar Djoko untuk Dipta

    Anas Urbaningrum Harus Hadapi Secara Hukum


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.