Ogah Cidera, Ario Bayu Pilih Pakai Stuntman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ario Bayu

    Ario Bayu

    TEMPO.CO, Jakarta-Ario Bayu kembali berperan sebagai seorang polisi di film terbarunya, Java Heat. Dalam film terbarunya itu, pria yang akrab disapa Bayu itu memilih menggunakan stuntman (pemeran pengganti) untuk adegan berbahaya, seperti peledakan.

     Java Heat rencananya mulai ditayangkan pada 18 April 2013 . Bayu  akan berperan sebagai Hashim, seorang kapten polisi Densus 88 yang religius. Pria kelahiran 6 Februari 1985 mengaku memilih  menggunakan stuntman untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. "Serahkan pada ahlinya, karena itu sudah koridor mereka. Daripada cidera sedikit malah ngga bisa syuting. Malah bikin molor jadwal," kata Bayu ketika ditemui di Pacific Place, Jakarta Selasa 26 Februari 2013.

    Selain itu, untuk menunjang perannya sebagai  polisi, Bayu menyempatkan diri belajar langsung dengan polisi. "Iya ada yang belajar langsung sama polisi, seperti cara memegang senjata api juga perlu belajar. Tapi nggak harus yang terlalu jauh," kata aktor yang  pernah  berperan sebagai polisi, dalam film Kala, Merah Putih II dan Dilema itu.

    Bayu sangat antusias bermain di film ini, karena ia akan beradu akting dengan aktor luar, Kellan Lutz dan Mickey Rourke. Meski lebih banyak beradegan dengan Kellan Lutz, Bayu tetap menyatakan rasa senangnya bisa satu film dengan Rourke. "Gila banget bisa main bareng Mickey, gw sudah lama kagum sama dia," katanya menjelaskan.

    Menurut Bayu, lewat film ini bisa menjadi promosi Indonesia di mata internasional. Bayu berharap film ini bisa membawa kemajuan juga untuk perfilman Indonesia. "Kita nggak kalah dengan aktor luar. Dengan standar memadai film-film Indonesia otomatis akan maju," katanya. 

    NANDA HADIYANTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.