Sempat Dicekal Imigrasi AS, Sineas Palestina Pasrah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emad Burnat. cnn.com

    Emad Burnat. cnn.com

    TEMPO.CO, Los Angeles - Sienas Palestina sekaligus salah satu nomine dalam Film Dokumenter Penghargaan Oscar, Emad Burnat, Rabu malam waktu setempat, mengakui dirinya sempat dicekal Imigrasi Amerika Serikat selama satu jam di Bandara Internasional LAX, Los Angeles.

    “Saya merupakan warga Palestina pertama yang masuk dalam nominasi Oscar, dan ini merupakan hal yang sangat bergengsi. Maka, ketika saya dan keluarga sempat tertahan selama satu jam, buat saya tidak normal,” kata Burant.

    Meski merasa diperlakukan tidak adil, sutradara film Five Broken Cameras yang akan ikut bertarung dalam ajang penghargaan film bergengsi Academy Awards ke-85, Ahad mendatang, ini mengaku pasrah.

    “Pengalaman seperti ini biasa ditemui warga Palestina dalam kehidupan sehari-hari di bawah penjajahan Israel. Saya sering harus menjawab pertanyaan di perbatasan setiap saat,” ia menambahkan.

    Toh, pengalaman itu sangat traumatis bagi putranya, Gibreel. Setelah 40 menit menjalani proses tanya-jawab, sang putra bertanya mengapa mereka masih menunggu di ruangan yang kecil itu. “Saya hanya bisa menjawab jujur. Ada kemungkinan kita akan dipulangkan. Saya menyaksikan anak saya ketakutan menghadapi ancaman itu,” ujar Buran, sedih.

    Burant; istrinya, Soraya; dan Gibreel diancam akan dipulangkan jika tidak bisa membuktikan bahwa Burant merupakan salah satu nomine Oscar. “Mereka rupanya tidak percaya bahwa warga Palestina dapat masuk nominasi,” ujarnya, pedih.

    Pencekalan Burant pertama kali diungkapkan oleh sineas dokumenter terkenal, Michael Moore. Saat itu Moore tengah menikmati jamuan makan malam di Beverly Hills. Namun Burant, yang tengah ditunggu kehadirannya dalam jamuan tersebut, tak jua datang.

    “Saya melihat BB dan ia mengabarkan bahwa mereka tertahan oleh Imigrasi. Rupanya, Imigrasi tak percaya petani Palestina bisa masuk nominasi Oscar,” sindir Moore dalam akun Twitter. Insiden ini pun langsung dilaporkan Moore kepada panitia penyelenggara Oscar, Academy of Motion Picture Arts and Sciences.

    Imigrasi Amerika Serikat menolak membahas insiden ini. Namun, mereka berkilah memberikan perlakuan yang sama terhadap keluarga Burant.

    Burant, bekas petani zaitun, merekam perjuangan penduduk desanya, Bilin, di wilayah Tepi Barat, dalam melawan agresi Israel selama lima tahun. Karya film dokumenternya itu menyabet penghargaan dokumenter asing terbaik dalam Festival Film Sundance tahun lalu.

    ASIAONE | SITA PLANASARI AQUADINI

    Terpopuler:
    Arab Saudi Tarik Dubesnya dari Sri Lanka

    Loyalis Sultan Filipina Duduki Sabah

    Politik Bantuan Militer ke Suriah

    Mortir Meledak, Pemain Bola Tewas

    Jepang Gantung Tiga Pelaku Pembunuhan

    Inggris Tolak Kembalikan Berlian India

    Myanmar Hentikan Perdamaian dengan Pemberontak

    Aksi Mogok Berlanjut, Mesin ATM India Kosong


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.