Rosa Optimistis Anak Didiknya Juara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rossa. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Rossa. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Penentuan kontestan di ajang X Factor bukan sesuatu yang mudah. Dari tahap audisi, bootcamp, dan judge home visit, semua kontestan sudah memiliki kualitas yang sangat bagus. Menurut penyanyi Rossa, juri dalam ajang itu, sejak awal semua kontestan sudah menunjukkan bakat yang luar biasa. “Dengan berat hati saya harus melepaskan banyak kontestan yang menurut saya penuh kemilau juga, bukan hanya yang ada di sini,” kata Rosa saat ditemui di RCTI, Jakarta, Jumat, 15 Februari 2013.

    Rosa dipercaya untuk menjadi mentor untuk kategori girls under 26. Rosa menangani tiga kontestan: Yohana, Fatin, dan Shena. Rosa yakin satu dari mereka akan menjadi juara. “Saya yakin di ending-nya satu dari mereka juara pertama,” kata Rosa dengan optimistis.

    Fatin adalah salah satu peserta yang mendapatkan perhatian besar dari masyarakat Indonesia. Bahkan, setelah videonya diunggah di situs resmi Bruno Mars, brunomars.com, dia mendapat banyak pendukung dari luar negeri. Fatin yang menyanyikan lagu Grenade itu tidak mau besar kepala. “Aku senang sih, Tapi aku enggak mau kepedean gitu,” kata Fatin.

    Meski penjurian belum dimulai, persaingan antar-juri sudah mulai terasa. Masing-masing mentor mendukung anak didiknya untuk jadi yang terbaik. Menurut dewan juri, mereka belum melihat keunikan peserta di X Factor di acara-acara sejenis. Setelah dipisahkan per kategori, semakin kelihatan kualitasnya.

    Dalam ajang pencarian bakat X Factor terdapat empat kategori, yaitu girls under 26 yang ditangani oleh Rosa dan boys under 26 ditangani oleh Anggun C. Sasmi. Untuk kategori over 26 ditangani Bebi Romeo dan kategori groups ditangani oleh pentolan Dewa, Ahmad Dhani.

    NANDA HADIYANTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.