Kata Dicky Chandra Soal Valentine

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dicky Chandra. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    Dicky Chandra. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    TEMPO.CO, Jakarta--Artis Dicky Chandra setuju dengan larangan untuk merayakan hari valentine oleh Majelis Ulama Indonesia. Tapi dia ingin agar MUI juga memperhatikan antisipasi lain sebagai pencegahan seks bebas di lingkungan masyarakat.

    "Saya sebagai masyarakat yang mematuhi ulama setuju supaya bisa berjalan. Tapi saya tidak setuju efek ini tidak berkesinambungan," kata Dicky ditemui di Kawasan Pancoran, Rabu malam, 13 Februari 2013. "Artinya masalah lain jangan dibiarkan seperti pesta seks misalnya,"

    MUI melarang umat islam merayakan valentine dengan beberapa alasan. Pertama karena hari itu dinilai bukan merupakan ritual agama islam, dan kedua cenderung menjurus pada seks bebas.

    Selama ini, Dicky tak pernah secara gamblang melarang anak-anaknya untuk merayakan hari valentine. Dia yakin keluarganya selalu menerapkan ilmu agama. Dan, Dicky mengaku anak-anaknya tak pernah mengikuti pesta perayaan valentine.

    "Kuncinya balik ke diri kita bagaimana menyikapi sesuatu. Selama enggak terkait dengan akidah, enggak masalah. Jangan sampai mengubah keyakinan karena itu," ujar mantan Wakil Bupati Garut ini.

    Intinya, kata Dicky, jangan berlebihan. Dia mencontohkan perayaan hari ulang tahun pun akan salah bila digelar secara besar-besaran. "Kecuali hari besar islam ya," katanya.

    YAZIR FAROUK


    Baca juga:

    Hari Valentine, Ini 10 Film Paling Romantis

    Afgan Satu Panggung dengan Suju dan 2PM

    Rekor 100 Lukisan dengan Media Lumpur Lapindo

    Afgan Luncurkan L1ve To Love, Love To L1ve


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.